.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Anda Menang, Bila Anda Bisa Tetap Positif di Situasi yang Negatif


Sebuah studi dari University of Chicago mengatakan bahwa sukses atau tidaknya sebuah pernikahan banyak tergantung dari kepribadian suami.  Penelitian ini menyatakan bahwa kalau suami memiliki pendekatan kehidupan yang positif, maka istri akan mengalami lebih sedikit konflik dalam pernikahan, karena ia merefleksikan sikap positif suaminya.  Belum ada studi yang meneliti bagaimana bila sebaliknya yang terjadi.  Lalu bagaimana kalau seorang istri atau suami menikah dengan pasangan yang negatif? Atau bagaimana kalau kita sekantor dengan orang yang selalu negatif?
Berusaha Mengerti
Menurut Raj Raghunathan, Ph.D, orang yang negatif memiliki ketakutan: takut tidak dihormati, takut tidak dicintai, dan takut hal-hal buruk akan terjadi di luar kontrolnya.  Bisa jadi karena saat pertumbuhannya ia tidak dipedulikan dan tidak mendapatkan kasih sayang.  Atau karena berulangkali mengalami trauma, ia menjadi negatif untuk melindungi dirinya dari kekecewaan.  Sebenarnya ia perlu dikasihani, bukan dikritik.

Bangun Kebahagiaan Anda Sendiri
Lakukan hobi Anda, buat waktu bertemu dengan orang-orang yang positif, dan syukuri apa yang Anda miliki saat ini. Jangan masukkan dalam hati perkataan negatif itu, karena itu bukan tentang Anda, melainkan tentang dirinya.

Mengatasi orang yang selalu negatif membutuhkan kerendahan hati. Kalau kita sulit menerima mereka, mungkin juga karena ada pandangan negatif dalam diri kita yang perlu diperbaiki. Sebab kalau kita memang positif dan merasa aman (secure) dengan diri kita, tidak peduli siapa pun di dekat kita, kita tidak terpengaruh.
Orang yang negatif membutuhkan kesabaran, cinta dan doa. Bila Anda bisa tetap positif di dekat orang yang negatif, Anda berarti telah berhasil membangun belas kasihan, kehidupan yang positif dan kedewasaan. Sesuatu yang sangat berharga (Esther Idayanti)


Kalau Anda Bisa Tetap Positif Dalam Situasi Yang Negatif, Anda Menang