.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Pelayanan Sangat Penting Bagi Kepemimpinan


Minggu lalu saya memesan bunga duka cita. Ketika telepon diangkat oleh toko bunga, terdengar mereka saling berbisik “Mudah-mudahan bukan buat balai kota lagi.” Bunga yang saya hendak pesan sudah habis.  Karangan bunga untuk meja juga tidak ada. Terpaksa saya cari toko bunga di pinggir kota. Ada yang komentar itu pemborosan. Ada yang protes kenapa dia tidak dapat bunga. Ada yang pusing membersihkan bekas bunga. Ada yang terus mengirimkan bunga. Tapi saya tidak ingin bahas semua itu, bukan urusan politik. Yang saya perhatikan, ternyata “service” atau pelayanan penting bagi kepemimpinan

"Service Breeds Love"
Pengikut atau staf Anda ingin tahu apakah Anda peduli pada mereka dalam jangka panjang, dan mendorong kesuksesan mereka. Ada bedanya pemimpin yang motivasi utamanya untuk melayani, dan pemimpin yang ingin menang untuk menjadi pemimpin.  Orang mungkin mentaati Anda karena Anda punya otoritas, tetapi mereka hanya akan memberikan dedikasi tertinggi bila mereka merasakan kepedulian Anda•
"When You Sow Service, You Reap Influence."
Kalau Anda menabur pelayanan, Anda menuai pengaruh, kata Paul Scanlon.  Di masa lalu, pemimpin bisa bersifat feodal, menekankan kekuasaan dan birokrasi, menggunakan pendekatan “top down” dan hubungan formalitas.  Tetapi zaman berubah, dan generasi milenial menginginkan pemimpin yang autentik, interaktif, dan menunjukkan kepedulian.  Mandela, Gandhi, Martin Luther King bisa memberikan pengaruh yang sangat besar karena mereka melayani, walaupun mereka tidak punya posisi.  Mandela adalah tahanan. Baik Gandhi maupun Martin Luther King tidak ada yang duduk sebagai pejabat pemerintah.

Kata Sam J. Ervin Jr, “Seseorang yang layak menjadi pemimpin adalah orang yang menginginkan kekuasaan bukan untuk dirinya, tetapi untuk melayani.” Selamat melayani! (Esther Idayanti)

Pemimpin Sejati Mengerti Bahwa Kepemimpinan Bukanlah Tentang Dirinya Melainkan Tentang Orang-Orang yang Ia Layani (Sheri L. Dew)