.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Kebaikan Tidak Akan Pernah Dilupakan


Waktu saya naik kelas 2 SMA, saya pilih jurusan Biologi. Tetapi beberapa bulan kemudian saya berubah pikiran ingin masuk jurusan Fisika. Jadi saya pindah di tengah semester. Hari pertama masuk kelas baru cukup mendebarkan. Bukan karena mayoritas kelas itu pria dan hanya ada 5 perempuan, tetapi karena pelajaran hari itu adalah merancang sistem listrik yang saya sama sekali tidak tahu! Untunglah ada seseorang di kelas itu, yang saya tidak kenal, dengan sabar mengajari saya dari awal. Kebaikannya sampai saat ini masih saya ingat.

Sayangnya, kadang kita terlalu sibuk untuk berhenti sebentar dan berbuat baik pada orang-orang di sekitar kita. Atau kita tidak lagi ramah karena terprovokasi berita dan kata-kata tajam di media. Politik seolah mengijinkan orang merendahkan, mengolok, membakar, dan bersikap tidak sopan pada orang lain. Padahal kewajiban kita adalah membuat wajah bangsa ini menjadi lebih ramah dan baik. Mari sebarkan kata-kata yang ramah, baik, membangun dan bermanfaat saja.
Meningkatkan Kebahagiaan
Sonja Lyubomirsky dari Standford University membuat percobaan dengan meminta pelajarnya berbuat lima kebaikan sepanjang minggu, seperti membelikan makanan untuk tuna wisma, atau menolong adik belajar. Hasil studi menyatakan bahwa perbuatan baik yang kita lakukan meningkatkan kesejahteraan (well being) kita sendiri.

Perbuatan Baik Menular
Ternyata orang yang menerima kebaikan cenderung berbuat kebaikan pada orang lain yang dijumpainya.

Tiga Cara Menyebar Kebaikan
Anda bisa berbuat baik dengan UCAPAN Anda, contohnya memberikan pujian dan dorongan. Anda juga bisa berbuat baik dengan TINDAKAN Anda menolong orang lain. Atau, Anda tetap BERSIKAP baik ketika berhadapan dengan orang yang tidak menyenangkan atau keadaan yang menjengkelkan. Hari ini, kebaikan apa yang bisa Anda bagikan? (Esther Idayanti)

Cinta dan Belas Kasihan Adalah Kebutuhan, Bukan Kemewahan. Tanpanya Umat Manusia Tidak Dapat Bertahan (Dalai Lama XIV)