.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tetapi Apakah Tuhan Tidak Lagi Dibutuhkan?


Pagi hari hendak ke kantor, Anda memanggil mobil tanpa sopir melalui gadget Anda. Mungkin juga tidak perlu mobil, karena penemuan partikel Higgs-boson memungkinkan manusia untuk “teleporting” atau berpindah tempat dalam sesaat seperti film Star Trek.

Pulang kantor, Anda mengantar istri untuk ikut dalam sebuah program kehamilan. Tidak masalah bila Anda berdua pendek, Anda bisa punya anak pemain basket dengan tinggi 175 cm. Anda bisa pesan anak laki atau perempuan, mata biru atau coklat, kulit sawo matang atau gelap. Anda juga tidak perlu khawatir anak Anda mewarisi penyakit keturunan berkat “genetic editing.”

Pulang dari dokter, Anda menjenguk orangtua Anda yang masih sehat karena penyakit tua seperti dimentia, alzheimer sudah tidak ada lagi. Beberapa bagian tubuhnya sudah diganti dengan yang baru, lebih bagus dan tahan lama, bahkan mungkin selamanya. Gerakan “the singularity”  membuat manusia dan mesin menjadi satu. Otak Anda akan di “backup” dengan komputer, silikon menggantikan bagian tubuh yang rusak, jantung Anda dijalankan dengan listrik, dan semua berjalan dengan baik.

Saat liburan, Anda bisa mengunjungi sepupu Anda di Mars. Bumi terlalu penuh, sehingga 1 milyar orang memutuskan untuk pindah ke Mars. Anda bisa naik SpaceX ciptaan Elon Musk. Di sana harga properti masih murah, hanya biaya transportasi yang agak mahal.

Rumah ibadah masih ada, tetapi mereka hanya mendiskusikan filosofi yang ada dalam kitab-kitab kuno itu, karena kata mereka Tuhan tidak lagi dibutuhkan. Ilmu pengetahuan  telah menjawab semuanya.
Apakah ini akan terjadi? Bisa jadi. Tetapi apakah Tuhan tidak lagi dibutuhkan?  Mungkin orang bisa hidup tanpa Tuhan, tetapi ia tidak bisa mati tanpa-Nya (Esther Idayanti)

Sejarah Manusia Adalah Kisah Panjang yang Menyedihkan Tentang Manusia Mencari Sesuatu di Luar Tuhan yang Akan Membuatnya Bahagia (C.S. Lewis)