.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Semua Hal Jangan Dibuat Rumit


Sambil kuliah dulu, saya bekerja di kampus sebagai tutor (guru les) matematika. Salah satu group yang dijadualkan pada saya adalah empat pemain rugby yang badannya super besar. Ciut juga menghadapi mereka, apalagi dengan bahasa Inggris yang terbatas. Tetapi saya terkejut waktu mereka bilang “Ooo… gitu… gampang juga ternyata ya.  Kenapa si profesor tidak jelaskan begitu?” Sudah pasti seorang profesor matematikan sangat pandai, tetapi mungkin saking pintarnya, ia menjelaskan untuk orang-orang yang sepintar dia. Sedangkan saya menjelaskan sesuai pengertian saya yang sederhana.

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang sederhana. Ada istilah Keep It Simple Stupid (KISS), prinsip design yang mengatakan sebagian besar sistem bekerja dengan baik bila dibuat sederhana bukan kompleks. Keinginan orang untuk mengerti secara sederhana membuat buku seri “For Dummies” laku keras (dari “Cooking for Dummies” hingga “Entrepreneurship for Dummies”).  Tujuan komunikasi adalah membuat ide Anda dimengerti, bukan untuk membeberkan kepandaian atau pengetahuan Anda, caranya:

1. Hindari penggunaan istilah, gunakan bahasa sehari-hari yang dimengerti semua kalangan.
2. Jangan beri ruang untuk orang bertanya-tanya (menggantung kesimpulan, bicara dalam kiasan, sengaja membuat orang menebak)
3. Tidak perlu berputar-putar, bila Anda berbuat kesalahan, akui dan jelaskan bagaimana langkah selanjutnya.
4. Ingatlah bagaimana dulu Anda dalam posisi mereka, tidak mengerti sedikitpun tentang topik tsb. Bagaimana caranya menjelaskan supaya dimengerti?
Ada orang yang merasa pintar bila ia bisa menjelaskan sedemikian rupa sehingga orang lain tidak mengerti. Sudah berkali-kali dibaca/didengarkan belum mengerti juga. Menurut saya ang paling pintar adalah para guru TK, yang bisa membuat hal kompleks dimengerti oleh anak-anak yang terbatas pemikirannya. Itu baru jago! (Esther Idayanti)


Kalau Anda Tidak Dapat Menjelaskan Dengan Sederhana, Anda Tidak Mengerti Hal Itu Dengan Baik