.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Pilih Terkenal Atau Berdampak Kepada Orang Lain


Pernah dengar nama Dr. Thomas Starzl? Kemungkinan besar Anda tidak kenal. Dr. Thomas adalah pioner transplantasi yang berhasil melakukan transplantasi ginjal tahun 1967. Ia menciptakan obat anti penolakan, supaya tubuh tidak menolak organ yang ditransplantasikan. Karyanya membuka jalan untuk berbagai transplantasi organ lain, sehingga mengakhiri penderitaan dan menyelamatkan nyawa jutaan manusia.

Kalau nama ini: Michael Jackson, pasti Anda tahu. Bahkan seluruh dunia juga tahu. Bukan mengecilkan pengaruhnya, tetapi kalau dihitung dari nyawa yang diselamatkan dari generasi ke generasi, menurut saya Dr. Thomas adalah pemenangnya.

Orang modern ingin terkenal, menghitung "likes" "fans” dan "follower." Jadi seseorang yang tidak dikenal itu menyedihkan. Coba saja cek sosmed, segala cara dilakukan supaya beken, termasuk posting kehidupan yang seronok. Scientific American menulis, studi tahun 2012 menyatakan bahwa tujuan paling populer dari kelompok umur 10-12 tahun adalah untuk terkenal, melebihi keinginan untuk sukses secara finansial, berprestasi, dan menjadi bagian dari komunitas.  Sosial media dan infotainment membuat orang memandang kehidupan selebriti/ sosialita sebagai kehidupan yang glamor, begelimang harta, dan menyenangkan.

Tetapi menurut Prof. Cary Cooper, ternyata orang-orang yang terkenal biasanya memiliki masa kecil yang kurang menyenangkan seperti kehilangan figur orangtua, ditolak oleh seseorang yang penting dalam hidup mereka, atau diejek.  Mereka mencari “cinta” dari para fans. Sehingga mereka merasa kesepian bila tidak berada di panggung, dan ini yang memicu kecanduan alhohol dan narkoba.
Kehidupan yang berpusat pada diri sendiri ternyata tidak selalu bermanfaat. Fokuskan hidup Anda untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Orang semacam inilah yang akan mencetak prestasi yang berdampak bagi banyak orang, seperti  Dr. Thomas Starzl (Esther Idayanti)

Kehidupan Dinilai Dari Dampak yang Dihasilkan Dalam Kehidupan Orang Lain