.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Mengapa Harus Jadi Sama Bila Kamu Dilahirkan Untuk Berbeda/Menonjol


Kalau kamu ke pasar ikan, coba perhatikan kotak tempat kepiting. Kalau kepiting itu tidak diikat tangannya, lalu ada kepiting yang berusaha keluar dari kotak, kepiting yang lain akan meraih temannya sehingga kepiting itu jatuh kembali ke kotak.  Seperti itulah “peer pressure” yang menarikmu untuk menjadi seperti mereka.

Tidak selalu “peer pressure” buruk, kalau teman-temanmu berprestasi, kamu juga berusaha mengejar supaya tidak tertinggal. Atau kamu ikut klub basket karena teman-temanmu ada di sana. Tetapi ada “peer pressure” yang buruk: teman-teman berkata kasar, mengajakmu merokok, mencoba narkoba, pacaran, bereksperimen dengan seks bebas dll.

Say "No" To Pressure
Walaupun kamu ingin menjadi bagian dari  kelompok, kadang kamu harus belajar untuk berdiri sendiri, menolak berbuat hal yang salah. Karena kalau kamu lakukan yang benar, hatimu akan merasa damai. Orangtuamu dapat memercayaimu, sehingga mereka memberi kebebasan yang lebih untukmu. Tapi yang terpenting, kamu menghindari kesalahan bodoh yang akan menghancurkan hidupmu.

Berani Menerima Penolakan
Kadang kamu harus bertahan melawan ejekan, “Yah, gitu aja takut. Anak mami!” Kadang kamu harus kehilangan teman.  Semakin kamu menyerah, semakin teman-teman menyeretmu untuk melakukannya. Tetapi semakin berani kamu menolak, mereka akan segan mengajakmu.

Kamu Tidak Sendirian
Tidak semua orang melakukannya. Ada segelintir orang yang berani berpegang pada hal yang benar, yaitu orang-orang yang ekselen. Kamu juga tidak sendirian, karena Tuhan berada di pihak yang benar.
Kamu Memang Beda
Tuhan menciptakan kamu sebagai pribadi yang unik, jangan biarkan orang lain mendiktemu. Suatu saat, suatu hari, kamu akan berdiri di hadapan-Nya (tanpa teman-temanmu) untuk mempertanggung jawabkan hidupmu. Now, that’s a pressure! (Esther Idayanti). 

Mengapa Harus Jadi Sama Bila Kamu Dilahirkan Untuk Berbeda/Menonjol (Dr. Seuss)