.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Empat Alasan Pornografi dapat Merusak Pernikahan


Tidak ada yang lebih menyesatkan dari artikel yang mengatakan bahwa menonton film X-rated (film erotis) akan membantu menggairahkan pernikahan Anda. Artikel yang banyak dijumpai di majalah-majalah populer saat ini sangat berlawanan dengan tiga studi ilmiah yang menyatakan bahwa menonton pornografi akan merusak pernikahan, bukannya meningkatkan hubungan.

Pernikahan Tanpa Pornografi Lebih Kuat Dengan Tingkat Kesetiaan Lebih Tinggi
Amanda Maddox menemukan bahwa pasangan yang tidak menonton film/gambar porno lebih berkomitmen, memiliki komunikasi dan kepuasan seksual yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menonton film erotis.

Pornografi Merendahkan Komitmen
Menonton pornografi membuat seseorang berpikir bahwa banyak “pasangan” yang lebih menarik di luar sana, sehingga menurunkan komitmen seseorang pada pasangannya. Selain itu, ia menukarkan pasangannya dengan “fantasi” orang lain yang tidak nyata.

Perselingkuhan
Walaupun sebenarnya tidak ada masalah dengan suami/isterinya, orang yang gemar pornografi pada akhirnya akan mempraktekkannya di luar pernikahan. Ketika seks menjadi tujuan utama (bukannya membangun hubungan kasih antara suami isteri) maka orang akan mencari seks di mana saja.  Dan bila dalam satu “klik” seseorang bisa melihat puluhan wanita cantik/pria tampan, lama-kelamaan satu orang saja tidak dapat memuaskannya.

Peceraian
Data dari para pengacara, sekitar 10 tahun lalu pornografi tidak berperan dalam perceraian. Namun saat ini tidak sedikit perceraian dipicu oleh kecanduan pornografi, yang kemudian berlanjut dengan retaknya hubungan dan perselingkuhan.
Ternyata pornografi bukanlah sebuah “hiburan” untuk pasangan, melainkan sebuah “bom” yang siap meledak sewaktu-waktu.  Kepuasan yang sesungguhnya ditemukan bila pasangan mendedikasikan mata, hati, dan hidupnya untuk satu dengan yang lain (Esther Idayanti)

Kesucian Berarti Memandang Pada Tuhan, Bukan Pada Dunia, Untuk Menetapkan Standar Kita