.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tiga Hal Kenapa Mereka Selalu Berbohong


Tahun 1992 buku “The Day American Told the Truth” membuat survei yang menyatakan  91% orang berbohong secara rutin tentang hal-hal yang menurut mereka sepele. 36% berbohong tentang hal penting. 86% sering berbohong pada orangtua, 75% pada teman, 73% pada saudara, dan 69% pada pasangan.  Sepertinya berbohong sudah menjadi gaya hidup.  Kebohongan ditemukan di mana-mana, di kantor, dalam rumah tangga, bahkan saksi yang telah disumpah dalam pengadilan pun ada yang berani berbohong!

Mereka Mencintai Diri Mereka Sendiri
Mereka ingin diterima, tidak mau kelihatan bodoh, tidak mau kelihatan salah, dan ingin lepas dari masalah.  Mereka memanipulasi supaya mendapatkan keinginannya. Intinya, mereka mencintai diri mereka sendiri.  Siapa yang tahan bekerja atau bergaul dengan orang semacam ini?  Dalam jangka panjang tidak ada hubungan yang bisa bertahan dalam kebohongan.

Mereka Pengecut
Karena mereka takut mengakui dan menghadapi kebenaran.  Padahal kesalahan dan kelemahan adalah manusiawi, justru bila kita mau rendah hati mengakuinya, orang akan lebih bersimpati, daripada kita menutup-nutupi.
Mereka Selalu Curiga
Orang yang curang berpikir bahwa semua orang berbuat curang.  Seorang pembohong berpikir bahwa setiap orang berbohong.  Ini hukuman yang paling berat, karena mereka berpikir bahwa semua orang telah membohonginya dan mencuranginya. Orang macam ini tidak bisa percaya pada siapapun, termasuk pada orang-orang terdekatnya. Honesty is still the best policy (Esther Idayanti).

Yang Membuat Aku Kesal Bukanlah Kamu Telah Berbohong Padaku, Tetapi Sejak Saat Ini Aku Tidak Dapat Lagi Percaya Padamu (Friedrich Nietzsche)