.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Memori Adalah Hadiah Terindah Buat Kita


Sandra Ralic dari Kroasia bangun dari koma dan mengejutkan seluruh keluarga serta para dokter karena tiba-tiba ia lancar berbahasa Jerman. Baru beberapa bulan ia belajar bahasa Jerman dan sama sekali belum lancar. Namun setelah koma, ia lancar berbahasa Jerman dan tidak bisa berbahasa Kroasia, sehingga keluarganya terpaksa membayar seorang penterjemah untuk berkomunikasi. Kalau terjadi di Indonesia, mungkin orang kira dia kesurupan. Tapi yang terjadi adalah otaknya merekam semua film Jerman dengan subtitle Kroasia yang pernah ia lihat, dan ia tidak sadar hingga koma itu mengaktifkan bagian otak tersebut.

Semua yang kita lihat, dengarkan dan lakukan direkam oleh otak. Memori adalah “hadiah” bagi kita, supaya kita bisa mengingat-ingat hal yang menyenangkan, mengingat jalan pulang, mengenali orang-orang yang kita sayangi. Lebih dari itu, memori membentuk kita. Tanpa memori, kita tidak ingat siapa diri kita, dari mana kita berasal, bagaimana kita menjalani hari-hari kita.

Mengingat peristiwa tertentu bisa membangkitkan emosi bahagia, ketakutan, marah, kesedihan dll. Biasanya, peristiwa dengan kaitan emosi yang tinggi lebih mudah teringat dan muncul kembali, seperti kebahagiaan ketika menang lomba atau ketakutan dikejar anjing. Karena itu, jangan menciptakan memori yang nantinya akan mengganggu kita. Contohnya, untuk para jomblo, sebaiknya tidak menciptakan memori-memori romantis, apalagi keintiman seksual dengan orang-orang yang belum tentu menjadi pasangan Anda seumur hidup. Anda tidak ingin ingatan-ingatan itu muncul dengan perasaan-perasaan yang menyertainya ketika Anda menikah nantinya.
Selain itu, jaga kehidupan Anda, karena menurut penelitian, ketika seseorang meninggal, ia punya 7 menit tersisa di mana otaknya memutar kembali semua memori yang ada. Benar kata Haruki Murakami, memori bisa memberi kehangatan atau merobek-robek diri kita.  (Esther Idayanti).

Hati-hati Dengan Siapa Anda Membuat Memori. Hal Itu Bisa Teringat Seumur Hidup (Ugo Eze)