.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Fokuslah Pada Kekuatan Anda


Menjelang hari-hari terima rapor, yang paling gelisah justru para orang tua. Pertama yang dilihat apakah ada angka merah atau tidak. Kemudian anak dinasihati, "Nilai ini sudah bagus, nilai itu perlu ditingkatkan, yang ini harus ekstra kerja keras dll." Sebisanya, terima rapor berikutnya, semua nilai bisa bagus.

Hal ini terbawa ke kantor, saat kita menilai anak buah. Kita menuntut para manager/supervisor mendapatkan nilai "A" dalam segala hal. Mereka harus berhasil dalam marketing, jago bernegosiasi, pandai menangani anak buah, rapi dalam administrasi, hebat dalam melakukan presentasi, jeli melihat peluang ke depan, dll.

Pada kenyataannya, orang memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Ada orang yang pandai dalam melobi, tetapi berantakan menangani laporan. Ada yang jago menghitung proyek, tetapi kacau dalam menangani anak buah. Menuntut mereka mendapat nilai A dalam segala hal adalah tuntutan yang tidak masuk akal, hanya membawa frustrasi pada Anda dan anak buah, yang akibatnya Anda bisa kehilangan anak buah yang berpotensi.

Majalah Forbes mencatat, budaya bisnis sering memfokuskan diri pada "pencegahan kelemahan." Para pemimpin berusaha keras mencari kekurangan diri sendiri dan para pekerjanya, sehingga lupa melihat pada kelebihan masing-masing pribadi.
Sebaliknya, cara yang tepat adalah mengembangkan anak buah dalam potensi mereka, sambil mencari "partner" untuk menangani hal yang menjadi kelemahan mereka. Mereka senang, Anda lega, performance meningkat!

Berhentilah Mengkhawatirkan Kelemahan Anda. Fokuslah Pada Kekuatan Anda (Susan Tardanico)