.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Berhati-hati, Tapi Jangan Cemas


Bagaimana tidak cemas bila tiap hari dibombardir berita tentang penculikan anak yang kemudian organ tubuhnya diambil untuk dijual? Dari berita di koran, media sosial, hingga puluhan pesan di telepon genggam hasil copas dari teman-teman, semua membahas hal itu. Ditambah kisah nyata dari kampung seseorang yang kami kenal. Saya rasa bukan kali ini saja kita dibombardir dengan berita yang mengkhawatirkan.  Pernah ada berita tentang flu burung, terorisme, ekonomi memburuk dll. Kita harus berhati-hati, itu benar. Tetapi jangan cemas.  Berhati-hati membuat Anda lebih yakin. Cemas membuat Anda ketakutan, dan ketakutan melumpuhkan.

Emosi vs. Aksi
Cemas adalah bentuk dari perasaan. Sedangkan berhati-hati adalah tindakan, atau hal-hal yang dapat Anda lakukan.  Dengan berhati-hati, Anda bisa memikirkan pencegahan, mencari input yang tepat, membuat perencanaan, dll.  Kadang orang terlalu dikuasai emosi, sehingga pikirannya kalut dan tidak bisa membuat perencanaan yang tepat untuk mengatasi suatu masalah. Jaga hati Anda, jangan sampai dikuasai ketakutan.

Sampaikan Dengan Tepat
Bila ada hal yang Anda ingin sampaikan jangan katakan “Awas, nanti kamu diculik!“ atau “Aku takut ekonomi goncang, investasi kita berantakan.“  Tapi katakan “Saya ingin kamu berhati-hati.” Atau “Saya ingin kamu memikirkan baik-baik sebelum memutuskan, menurut saya ini resikonya...”

Fokus yang Tepat
Cemas fokus pada besarnya masalah, sedangkan berhati-hati fokus pada penyelesaian. Cemas fokus pada kemampuan kita, sedangkan berhati-hati adalah melakukan bagian kita, tapi menyerahkan sisanya pada Tuhan. (Esther Idayanti).
Jangan Biarkan Ketakutan Terhadap Apa yang Mungkin Terjadi, Membuat Anda Tidak Melakukan Apapun Juga