.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Apakah Ada DNA Selingkuh?


Ana Nogales, Ph.D, penulis “Parents Who Cheat,” mengatakan kebanyakan orangtua tidak menyadari betapa parahnya dampak ketidaksetiaan mereka pada anak-anak. Ia mensurvei 800 orang yang orangtuanya pernah selingkuh. 87% responden masih percaya pada monogami dan 96% berkata selingkuh itu salah bahkan bila tidak ketahuan. Namun kenyataannya 55% dari mereka juga berselingkuh! Mengapa perselingkuhan turun-temurun, padahal tidak sedikit dari mereka yang berjanji untuk tidak melakukan apa yang orangtuanya lakukan?

Takut Terluka
Apa jadinya bila orang yang terpenting dalam hidup mereka, yaitu orangtua, ternyata  berbohong dan mengkhianatinya? Seumur hidup ia akan curiga pada orang lain, menjauh secara emosi dan tidak mau berkomitmen. Mereka tidak bisa percaya bahwa orang lain yang dicintai atau mencintainya akan jujur.  Sadar atau tidak, untuk memastikan bahwa mereka tidak akan terluka dan hancur karena diselingkuhi, mereka menjaga jarak dari pasangannya dengan cara berselingkuh!

Tidak Bisa Mengerti Arti Pernikahan
Anak-anak yang orangtuanya selingkuh akan mengambil kesimpulan bahwa pernikahan adalah palsu dan cinta adalah ilusi. Bahkan bila pernikahan orangtua mereka tetap berlangsung, mereka akan bingung tentang apa arti cinta, kesetiaan dan pernikahan. Mereka berpikir ternyata seks tidak ada hubungannya dengan komitmen pernikahan. Dan merasa bahwa mereka tidak layak untuk menerima kasih yang tulus dan cinta yang satu-satunya (monogami). Sikap ini diekspresikan dalam pernikahan mereka sehingga sulit bagi mereka untuk membina hubungan dengan kesetiaan.
Perselingkuhan ternyata memengaruhi anak-anak seumur hidup mereka. Apakah bisa diperbaiki? Menurut Jennifer Chalmers, Ph.D, bisa diperingan bila orangtua mengakui kesalahan, meminta maaf dan berubah total. Tapi lebih baik jangan bermain api! (Esther Idayanti)

Ketika Anda Mengkhianati Pasangan Anda, Sebenarnya Anda Juga Mengkhianati Anak-anak Anda, Dan Menghancurkan Hati Serta Masa Depan Mereka