.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Sukses Tanpa Penerus Adalah Sebuah Kegagalan


Robert Mugabe, presiden Zimbabwe, baru saja berulang tahun yang ke-93 tahun, tetapi ia tidak berencana untuk pensiun. Katanya, “Mayoritas orang merasa bahwa tidak ada pengganti, seorang penerus yang pantas, seperti saya.” Bukan hanya Mugabe, banyak presiden Afrika telah menjabat puluhan tahun bahkan ada yang lebih dari 40 tahun. Mereka baru diganti ketika kudeta menjatuhkannya. Beberapa pemimpin tidak rela memberikan kekuasaan dan jabatannya pada seorang penerus.

Tidak Ada Orang Yang Tepat
Mungkin karena memang tidak pernah dipersiapkan sebelumnya, atau karena Anda mengharapkan seseorang yang merupakan “cloning” Anda menjalankan organisasi tersebut.  Steve Ballmer menggantikan Bill Gates sebagai CEO Microsoft, walaupun tidak ada terobosan berarti dalam hal teknologi “mobile” dan “search engine,”  Steve Ballmer membuat angka penjualan tiga kali lipat lebih tinggi. Selama ia menjabat, ia telah membawa keuntungan US$ 78 milyar. Jangan menunggu seseorang yang persis seperti Anda. Tiap orang memiliki kelebihannya sendiri.

Terlalu Sayang
Tidak ada pemimpin yang mau meninggalkan apa yang ia bangun, terutama bila ia adalah pendirinya. Ada perasaan sentimentil, seperti harus meninggalkan seorang anak.  Atau ada rasa takut bila sesuatu yang dibangunnya menjadi berantakan.
Mencari Posisi
Kalau seseorang memandang posisinya lebih penting dari pada tujuan organisasi, sebenarnya ia bukan pemimpin.  Pemimpin adalah “pelayan” untuk menolong orang lain/masyarakat mencapai sesuatu yang lebih baik. Pemimpin sejati tidak menjadi pemimpin untuk mendapatkan kekuasaan, posisi, dan keuntungan diri. Ketika seorang ngotot untuk menjadi pemimpin dengan menghalalkan segala cara, kita perlu mempertanyakan motivasinya dan meragukan hasilnya, karena ia salah fokus! (Esther Idayanti)

Sukses Tanpa Penerus Adalah Sebuah Kegagalan. Legasi Anda Bukan Pada Bangunan, Program Atau Proyek, Tetapi Pada Orang-Orang (Myles Munroe) =-)