.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Harus Bisa Memilih Sikap Positif


Ada kisah nyata tentang Michael, seseorang yang selalu positif.  Kalau ditanya apa kabarnya, selalu dijawab “Sangat baik.”  Ia menjadi motivator untuk karyawannya. Kalau ada orang yang sedang mengalami hal buruk, Michael mengajaknya melihat sisi positif dari situasi tersebut.

Michael berkata, “Setiap bangun pagi, saya katakan pada diri saya, kamu punya pilihan hari ini. Mau punya ‘mood’ yang baik atau buruk.  Saya memilih untuk memiliki ‘mood’ yang baik. Saya bisa memilih jadi korban, atau belajar dari hal itu. Saya pilih belajar. Setiap kali seseorang datang untuk komplain, saya bisa memilih menerima komplainnya, atau menunjukkan sisi positif dari kehidupan. Saya pilih sisi positifnya.” 

Suatu hari Michael mengalami kecelakaan, jatuh dari menara yang tingginya 18 meter. Setelah 18 jam operasi dan berminggu-minggu di ICU, Michael pulang dari RS dengan besi di punggungnya. Ketika ditanya apa kabar, seperti biasa dijawab sangat baik. Katanya, “Ketika kecelakaan itu terjadi, saya punya dua pilihan, untuk hidup atau mati. Saya pilih hidup.  Paramedis berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tetapi ketika saya didorong ke RS, saya lihat ekspresi di wajah para dokter dan suster, saya sangat ketakutan. Seolah mengatakan ‘Orang ini bakal mati.’  Jadi saya berpikir saya harus lakukan sesuatu.  Ketika seorang suster bertanya, apakah saya alergi terhadap sesuatu, saya jawab ‘Ya.’  Para dokter dan suster menunggu jawaban saya, dan saya jawab ‘Gravitasi.’  Mereka tertawa, lalu saya berkata bahwa saya memilih untuk hidup. Operasi saya seolah saya hidup, bukan mati.”
Michael tetap hidup, selain karena usaha para dokter dan suster, juga karena sikapnya yang luar biasa. Hidup adalah tentang pilihan. Kalau kita tidak bisa memilih apa yang terjadi pada kita, paling tidak kita bisa memilih sikap kita menghadapi hal tersebut. (Esther Idayanti)

Hidup Adalah 10% apa yang Terjadi Pada Saya, Dan 90% Bagaimana Saya Menyikapinya (John Maxwell)