.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Hanya Fokus, Maka Kita Bisa Meraih Sukses Lebih Tinggi


Ketika Warren Buffet bertemu dengan Bill Gates, kedua orang itu diminta untuk menulis apa yang mereka pikir ketrampilan terpenting yang dibutuhkan untuk sukses.  Tanpa ragu, keduanya menulis kata “fokus.”

Menurut Greg McKeown, berapa orang sukses sulit menjadi lebih sukses karena tidak fokus. Urutannya: tujuan yang jelas membawa kita pada kesuksesan. Karena sukses, kita memiliki banyak kesempatan dan pilihan. Saking banyaknya kesempatan, usaha kita terbagi-bagi, tidak fokus. Karena tidak fokus, maka kita tidak bisa meraih sukses yang lebih tinggi.

Kriteria Ekstrim
Kalau Anda sedang membersihkan lemari pakaian, pertanyaannya bukanlah, “Apakah baju ini nantinya akan terpakai?” melainkan, “Apakah saya benar-benar suka baju ini?” Pertanyaan ini akan mengeliminasi banyak baju. Mengenai kesempatan, jangan bertanya, “Apakah ini kesempatan yang baik?” Melainkan, “Di mana ‘passion’ saya? Apakah hal ini mengembangkan talenta saya? Apakah melalui hal ini saya bisa memenuhi kebutuhan penting di dunia?”

Kriteria Mendasar
Tanyakan, “Apakah hal yang mendasar?” dan buang sisanya.  Tanyakan hal  ini untuk waktu, kegiatan, keuangan dll. Bila Anda akan menambah aktivitas baru, buang yang lama. Dengan demikian, Anda tidak menambahkan hal yang nilainya di bawah aktivitas lama.

Kriteria Nilai
Tanyakan, “Bila hal/barang ini dihilangkan dari hidup saya, berapa mahal saya bersedia membayar untuk mendapatkannya?”  Demikian juga dengan kesempatan, jangan bertanya, “Berapa besar saya menilai kesempatan ini?” melainkan, “Apa yang saya berani korbankan untuk mendapatkan kesempatan ini?”
Secara strategis, hapuskan hal-hal yang tidak penting dalam rumah, kehidupan, maupun organisasi. Kita perlu terus fokus, mengurangi, dan menyederhanakan. Kata Greg McKeown, inilah yang membedakan orang/organisasi yang sukses, dengan mereka yang sangat sukses (Esther Idayanti)

Orang Menjadi Efektif Karena Mereka Berkata "Tidak", Karena Mereka Berkata "Ini Bukan Untuk Saya" (Peter Drucker)