.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Binggung Antara Mana Bodoh Atau Jahat


Dalam hukum di USA, ada yang namanya “insanity plea” di mana seseorang yang tidak sadar atau tidak mengerti tindakannya, dituntut dengan standar hukum yang berbeda dengan orang yang tahu dan sengaja berbuat jahat. Yang pertama orang bodoh, yang kedua orang jahat. Hasil perbuatan mereka sama, sehingga orang kadang bingung mana bodoh, mana jahat.

Berasal Dari Hati.
Orang bodoh bisa punya hati baik, tetapi jalan pikirannya salah, sehingga ia melakukan hal yang salah. Orang jahat hatinya penuh dengan kekejian, lalu pikirannya mencari cara bagaimana mewujudkannya. Kalau orang bodoh membuat keputusan karena tidak tahu, orang jahat telah mengetahui kebenaran tetapi tetap memilih hal yang salah.

Jadi Bodoh
Karena memutuskan untuk memilih kejahatan dan bukan mencari kebenaran, orang jahat lama-lama jadi bodoh. Pendapat-pendapatnya tidak masuk akal, keputusannya aneh, dan pada akhirnya hidupnya akan berantakan. Contohnya, anak SD juga tahu bahwa korupsi itu salah, dan pernah ada iklan di TV soal itu, tetapi ada saja yang membenarkan, dan hal itu ditulis terang-terangan di media sosial.

Bodoh Atau Jahat?
Dua-duanya tidak dianjurkan. Tetapi lebih baik jadi orang bodoh, karena masih ada harapan untuk belajar dan mengerti lalu berubah. Sebaliknya, orang jahat sudah menentukan pilihannya dan menolak untuk berubah.
Supaya tidak bodoh, kita harus terus belajar. Supaya tidak jahat, kita perlu berpegang pada hati nurani dan menjaganya tetap murni, sehingga kita dapat membuat keputusan yang bijaksana dan bertanggung jawab, hidup dengan terhormat, mengakui kesalahan lalu memperbaikinya, bukan membenarkannya (Esther Idayanti).

Hidup dalam Kebenaran: Kemauan Untuk Melakukan Hal yang Benar, dan Bicara Kebenaran (IBLP)