.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Biarlah Perbedaan Memperkaya, Bukan Memisahkan Kita


Cover majalah LIFE Maret 1966 berjudul “The Crime of Being Married,” membahas pernikahan Mildred, seorang kulit hitam, dengan Richard Loving, kulit putih. Pernikahan antar ras di Virginia, USA saat itu dianggap melanggar hukum sehingga mereka dijatuhi hukuman penjara satu tahun. Pada akhirnya hukum ini dibatalkan, tetapi mereka sempat mendekam di penjara.

Pertikaian antar ras terjadi sepanjang sejarah. Dari urusan pernikahan, hasutan politik, kerusuhan di kota-kota, hingga usaha memusnahkan satu ras seperti yang dilakukan Hitler. Padahal ilmu pengetahuan menemukan bahwa seluruh dunia berasal dari satu perempuan. Hasil penelitian DNA dari Alan R. Templeton menyatakan bahwa secara genetik, tidak ada yang namanya “ras” (kulit putih, kulit hitam, mongoloid dll). Perbedaan terjadi karena lingkungan dan pernikahan selama berabad-abad. Jadi, rasisme dan diskriminasi adalah masalah uang, kekuasaan dan wilayah, bukan ilmu pengetahuan. Bukti lain, karena tidak ada urusan uang, kekuasaan dan wilayah, perbedaan SARA di antara tetangga saya sama sekali tidak menimbulkan masalah.

Menurut hasil penelitian dari berbagai ilmuwan, bergaul dengan orang yang berbeda justru membuat kita lebih pandai.  Dalam interaksi itu, seseorang mengantisipasi pandangan yang berbeda, mendapat informasi dan ide yang berbeda, sehingga menjadi lebih kreatif dan inovatif.
Orlando Richard, profesor management dari University of Texas meneliti 177 bank, ternyata bank yang inovatif terdiri dari orang-orang dengan ras yang berbeda. Richard Freeman, profesor ekonomi dari Harvard meneliti 1,5 juta tulisan ilmiah, ternyata tulisan yang ditulis oleh kelompok dengan perbedaan ras memiliki dampak lebih besar daripada yang ditulis oleh kelompok etnis yang sama. Biarlah perbedaan memperkaya, bukan memisahkan kita. (Esther Idayanti)

Satu Ras, Banyak Budaya, Satu tempat. Bangun Jembatan, Bukan Dinding(Geoffrey Gluckman, Suzy Kassem)