.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Stres di Saat Kesuksesan Tinggi


Orang menginginkan “kesuksesan” yang digambarkan dengan pekerjaan bergaji selangit, posisi tinggi, rumah megah, baju bermerk dll.  Tetapi semua ini tidak datang dengan mudah, kadang disertai stres yang sangat besar, sehingga bila dibandingkan dengan apa yang kita peroleh, rasanya tidak sebanding. Penelitian mengatakan bahwa pada suatu titik/posisi yang cukup tinggi, stres yang Anda alami sangat besar sehingga dampak negatifnya melebihi aspek positif dari kesuksesan.  Scott Schieman, profesor psikologi dari University of Toronto menamakan hal ini, “the stress of high status.”  Jadi bagaimana?

Apakah Pengorbanannya Terlalu Besar?
Jangan sekali-kali mengorbankan iman, keluarga, karakter dan integritas Anda. Mengorbankan salah satu hal ini tidak akan pernah sebanding dengan apa yang Anda dapatkan. Karir tinggi, tetapi keluarga berantakan. Kekayaan melimpah, tetapi integritas hilang karena kekayaan itu hasil korupsi. Saya pernah meminta “turun jabatan” karena setelah berkeluarga dan punya anak tidak lagi mampu bekerja sesuai tuntutan di jabatan sebelumnya.

Apa yang Sebenarnya Anda Inginkan?
Posisi puncak di perusahaan atau keharmonisan keluarga?  Tambahan kekayaan atau kesehatan? Bila Anda ternyata tiba di suatu titik dan harus memilih, pikirkan mana yang lebih penting dan apa tujuan akhir Anda.

Apakah Anda Tahu Kapan "Cukup"?
Selalu ada kesempatan untuk meraih jabatan lebih tinggi, selalu ada keinginan yang belum terpenuhi, dan tawaran keuangan yang menggoda. Kehidupan di “atas” sana sepertinya lebih baik, namun demikian belum tentu membuat kita lebih berbahagia. Bahagia adalah perasaan “cukup” saat ini dan bisa menikmati hidup apa adanya. Salah satu caranya adalah pergi lakukan sesuatu untuk orang yang kurang beruntung/ miskin/ lemah. Ketika kita melihat mereka tidak memiliki apa yang kita punyai, tiba-tiba kita merasa cukup. (Esther Idayanti)
Stres Disebabkan Oleh Sedang Berada "Disini" Tetapi Ingin Berada "Disana" (Eckhart Tolle)