.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Sembilan Pengalaman Wanita yang Mempertahankan Keperawan Sebelum Menikah


Wanita yang masih perawan, baik karena alasan keagamaan atau memang ingin mempertahankan keperawanannya hingga mereka menikah. Namun meski banyak hal yang sering di bicarakan, satu hal yang jelas adalah hubungan seks saat malam pernikahan Anda biasanya di luar perkiraan Anda.

Berikut adalah 9 hal yang dibicarakan para wanita yang mempertahankan keperawanan mereka:

1. "Begitu banyak tekanan dan perasaan selama beberapa bulan sebelum malam pertama. Kami menunggu sampai malam hari setelah pernikahan, yang merupakan malam pertama dari bulan madu kami. Kami menikah muda, dan saya merasa takut dan gugup, bagaimana jika ada yang salah? bagaimana jika terasa sakit? bagaimana jika saya membenci nya dan dia menyukainya?" -Sarah, 21
2. "Suami saya sudah tidak perjaka, namun dia tahu kalau saya perawan dan dia bersikap lembut mengenai hal tersebut, dia mengajak berbicara romantis dan saya memutuskan untuk menikahinya." -Erica, 30

3. "Saya amat gugup. Saya mengira keperawanan saya akan hilang dengan orang yang tepat, tapi siapa mengira kalau saya akan masih perawan saat menikah! Saya khawatir karena penisnya berukuran kecil. Tapi ternyata ukuran tidak masalah karena ikatan kami membuat kami merasa puas saat berhubungan seksual dan saat pernikahan kami." -Clementine, 21

4. "Kami melakukan Hubungan di malam pertama. Saya masih perawan, namun suami saya tidak. Saya merasa takut dengan minimnya pengalaman saya, dan saya mempercayai bahwa hubungan pertama kali akan terasa sakit, namun seiring dengan waktu rasa percaya diri timbul dalam diri saya mengenai hubungan badan dengan suami." -Anna, 23

5. "Hubungan Badan pertama kali setelah menikah amat menakutkan dan terasa sakit sekali. Kami merasa senang karena akhirnya bisa melakukan nya, bahkan melakukan nya di dalam limosine, yang ternyata adalah ide yang buruk. Namun ronde kedua kami lakukan di hotel, meskipun terasa sakit, namun setelahnya kami mencoba berbagai hal yang ternyata merupakan pengalaman yang hebat." -Margaret, 22

6. "Itu adalah hal yang buruk. Menunggu sampai menikah merupakan penyesalan terberat dalam hidup. Kami melakukan hubungan badan di malam pernikahan, dan itu amat tidak menyenangkan dan hingga empat tahun pernikahan kami tetap terasa tidak menyenangkan. Bahkan hal ini menyebabkan masalah dalam hubungan kami dan membuat kami terpisah, bahkan kami tidak tidur di kasur yang sama, andai saja saya tidak terlalu memikirkan mengenai keperawanan saya dan bisa merubah hal tersebut." -Natasha, 29

7. "Aku masih perawan sebelum malam pertama. Saat tumbuh besar, aku merasa harus tetap perawan dan percaya kalau Aku melakukan hubungan seks sebelum menikah, maka tidak akan ada orang yang menginginkanku. Suami ku juga masih perjaka, dan kami melakukan banyak hal pada malam pernikahan kami dan sampai sekarang masih tetap melakukan berbagai hal." -Megan, 24

8. "Mantan suami ku dan aku pergi ke hotel setelah resepsi pernikahan kami. Itu merupakan hal yang canggung dan kami tertawa dengan apa yang kami bayangkan. Kami tidak mengerti apapun mengenai pemanasan, jadi kami mematikan lampu dan memainkan musik. Kami melakukan hubungan Badan dengan sedikit canggung, dan setelah selesai merasa kecewa karena tidak seperti yang di bayangkan. Itu mengajarkan saya bahwa seks hanyalah seperti itu dan tidak mempengaruhi hubungan kami." -Amanda, 28
9. "Aku masih perawan, namun suami ku tidak. Kami menunggu hingga malam pertama untuk berhubungan seks. Aku mengira kalau persiapan ku cukup, namun di malam pernikahan kami sesuatu hal yang tidak kami perkirakan terjadi. Saya merasa tegang dan mengeluarkan darah, yang terus keluar setiap kami melakukan hubungan badan. Beberapa bulan kemudian sudah lebih baik, trik nya? Pelumas. Gunakan banyak pelumas." -Ashley, 26

via cosmopolitan.co.uk