.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Penyebab Orang Melakukan Hal Curang


Mengapa orang curang dalam ujian, berselingkuh dari pasangan, atau menipu mitra bisnisnya? Apakah karena dorongan mendadak? Karena tidak sadar? Atau apa?

Moral Development
Lawrence Kohlberg (pakar psikologi) berkata bahwa kecurangan berakar dari perkembangan moral yang tidak lengkap. Semakin dewasa seseorang, seharusnya perkembangan moralnya mengikuti. Namun beberapa orang tidak memiliki kekuatan moral dan edukasi yang cukup. Cek perkembangan moral Anda: apakah Anda tidak berbuat sesuatu karena takut ketahuan, atau karena Anda berprinsip bahwa hal itu tidak benar?  Bila takut ketahuan, berarti kalau tidak ada yang melihat dan hal itu tidak akan terbongkar, maka Anda akan melakukannya. Tetapi kalau Anda berpinsip bahwa hal itu tidak benar, maka ada atau tidak ada orang, Anda tidak akan melakukannya. Penting: perkembangan moral tidak sama dengan kehadiran di rumah ibadah atau ketaatan bersembahyang. Tidak sedikit orang tertipu karena hal ini.

Untung Rugi
Ada orang yang berbuat curang karena menghitung bahwa keuntungan dari kecurangannya lebih besar dari kerugian menanggung akibatnya. Jika seseorang fokus pada “hasil” lebih dari prinsip dan proses, kemungkinan besar ia akan curang.

Rasionalisasi
Rasionalisasi adalah membuat sesuatu nampak masuk akal demi pembenaran. “Cuma beberapa USB, apa artinya buat perusahaan sebesar ini.” Atau, “Ini karena suamiku tidak memerhatikanku.” Orang yang membenarkan tindakannya cenderung mengulanginya.

Menurut para pakar mudah saja mengurangi kecurangan. Bila seseorang tahu bahwa ia diawasi, maka ia takut berbuat curang. Sebenarnya ada CCTV yang mengikuti kita 24 jam ke mana pun kita pergi, bahkan mengawasi di tempat yang paling gelap dan terpencil sekalipun, namanya “mata Tuhan.” Sayangnya, karena tidak terlihat, orang berpikir ia aman-aman saja (Esther Idayanti).

Ketika Tidak Ada Orang yang Melihat, Tuhan Tetap Melihat. Anda Bisa Mengelabui Manusia, Tetapi Tidak Bisa Mengelabui Tuhan