.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Mengapa Banyak yang Dukung Pemimpin yang Buruk ?


Saya tidak habis pikir, mengapa orang mendukung pemimpin yang buruk. Bukan hanya tidak punya kemampuan, gemar memaki orang lain, kasar atau korup, bahkan dalam sejarah ada pemimpin macam Hitler yang  sangat jahat namun memiliki jutaan pendukung.  Menurut definisi, “toxic leaders” mengontrol lingkungannya menguntungkan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain. Tetapi mengapa orang mendukung mereka?

Ingin Kekuasaan
Jean Lipman-Blumen, dalam bukunya Toxic Leadership menjelaskan bahwa orang-orang mendukung pemimpin yang buruk karena pemimpin ini menawarkan apa yang mereka inginkan, contohnya: uang atau kekuasaan. Alih-alih memberikan apa yang terbaik bagi bangsa atau organisasi, pemimpin yang buruk “menyuap” pengikutnya untuk mendapatkan keinginannya.

Salah Menilai
Kita menginginkan pemimpin yang kuat dan percaya diri, tetapi kadang kita keliru dengan seseorang yang berkoar-koar dan arogan.  Kita ingin pemimpin yang pandai, lalu kita pikir semua yang jago bicara adalah pemimpin yang baik.  Bagaimana memastikannya?  Tidak sulit, lihat saja rekam jejak mereka. Apakah mereka meninggalkan sesuatu yang positif bagi organisasi atau bangsanya?  Apakah mereka menyatukan atau justru memecah belah? Apakah mereka seorang yang mau belajar dan berkembang?

Menyembunyikan "Rata-Rata"
Menurut Marie Gervais, PhD, orang mengikuti pemimpin yang buruk karena mereka ingin mengalihkan perhatian dari pencapaian atau sikap mereka yang “di bawah rata-rata.”  Pemimpin yang buruk menggaji bawahan yang buruk tetapi memiliki loyalitas tinggi demi mendukung ego sang pemimpin.
Jadi bagaimana? Tentu saja jangan memilih pemimpin yang buruk, atau jangan tinggal di bawah kepemimpinannya. Bila Anda terpaksa bekerja di bawahnya, Anda bisa berusaha keras untuk membangun komunitas yang positif, dan bila Anda konsisten, usaha ini akan berhasil (Esther Idayanti).

Seringkali Kepemimpinan yang Buruk Ditutupi "Topeng" Suara yang Paling Keras dan Opini yang Paling Kuat (Nick Fewings)