.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Ketika Pasangan Anda Dikritik


Kritikan selalu sulit diterima, walaupun itu kritik yang membangun.  Apalagi bila kritik itu ditujukan pada orang yang kita kasihi, seperti suami/isteri. Rasanya kita ikut terbakar melihat orang yang kita kasihi “diserang.”

Biarkan Dia Menangani
Hal terpenting: jangan melabrak orang tersebut!  Itu urusan dia dengan pasangan Anda, bukan urusan Anda. Lebih baik Anda diam atau memberi dorongan, karena ketenangan Anda membantu pasangan Anda untuk meresponi dengan tepat.  Ingat, tidak ada orang yang sempurna, termasuk pasangan Anda. Kritikan memberi kesempatan baginya untuk belajar. Walaupun kritikan itu salah, paling tidak pasangan Anda bisa belajar untuk rendah hati.

Berikan Keseimbangan
Memang ada kecenderungan untuk ikut tersinggung dan membelanya mati-matian. Tetapi sebenarnya, saat ini justru kesempatan yang baik untuk membuka diskusi dan mengarahkannya, karena Anda yang paling tahu tentang pasangan Anda.  Bila kritikan itu ada benarnya, Anda bisa katakan “Mungkin yang kamu bisa lakukan adalah...”  Dan bila kritikan itu fitnah belaka, katakan padanya mengutip Elbert Hubbard, “Bukti terakhir dari kebesaran seseorang adalah kemampuannya untuk bersabar menerima kritikan tanpa kebencian.”

Belajar Menerima
Yang penting juga, Anda harus bisa menerima bila pasangan Anda dikritik, apalagi bila ia adalah seorang pemimpin. Kalau tidak ingin dikritik, kata Aristotle, jangan katakan apapun, jangan lakukan apapun, jangan jadi apapun.
George Whitefield pernah menerima sebuah surat yang menuduhnya berbuat hal yang buruk. Jawaban George singkat, “Terima kasih untuk surat Anda. Tentang apa yang Anda dan musuh-musuh saya yang lain tuduhkan, saya tahu hal-hal yang lebih buruk tentang diri saya, lebih dari apa yang bisa Anda katakan. Salam kasih, George Whitefield.” (Esther Idayanti)

Jangan Sampai Pujian Orang Masuk ke Kepala Anda, Dan Jangan Biarkan Kritikan Mereka Masuk ke Hati Anda (Lysa Terkeurst)