.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Ketika Mitra Menjadi Musuh


New York Times memuat berita tentang konflik antara sebuah perusahaan berlian dengan mitranya. Sebenarnya bukan hal baru bila mitra saling menuntut di pengadilan. Tetapi peristiwa ini istimewa karena dalam industri berlian semua berjalan karena kepercayaan. Perusahaan saling menitipkan sekantong berlian untuk dicek oleh mitranya tanpa penjagaan ketat karena tingkat kepercayaan yang sangat tinggi.  Alasannya karena industri ini sangat tertutup, mereka kenal satu dengan yang lain, hidup di lingkungan yang sama, bahkan ibadah bersama. Kalau satu orang/perusahaan berbuat curang, seluruh industri akan memboikotnya, sehingga ia bangkrut.

Tetapi ternyata, kepercayan yang telah berjalan puluhan tahun bisa putus di tengah jalan karena kecurangan.  Menurut Andrew Shipilov, hal ini terjadi karena pihak yang mencurangi merasa bahwa kemitraan dengan sang rekan tidak lagi bernilai. 

Kisah perusahaan berlian ini memberi pelajaran, bahwa walaupun Anda memercayai mitra Anda, tetap Anda harus melakukan pengecekan secara berkala, apakah Anda masih memiliki posisi strategis yang kuat dan sumber daya dalam kemitraan itu. Bila tidak, Anda beresiko dicurangi atau didepak. Ada juga kejadian, kemitraan yang baik putus di tengah jalan karena sang mitra tergoda keserakahan. Atau ia merasa ia bekerja lebih keras sehingga berhak mengambil bagian lebih besar.
Satu pegangan yang penting bagi semua kemitraan, “trust but verify” atau “percaya tapi periksa.” Bahkan bila Anda telah bekerja bertahun-tahun dengan mitra yang sama, tetap penting untuk memeriksa dan mengevaluasi kemitraan Anda.  Perlu juga melihat catatan keuangan perusahaan dari waktu ke waktu.  Kepercayaan biasanya didasarkan bahwa Anda menganggap mitra Anda punya “integritas” sehingga terjadi “percaya buta”. Tetapi ingat, manusia tetaplah manusia (Esther Idayanti)

Dibutuhkan Bertahun-Tahun untuk Membangun Kepercayaan, Beberapa Detik untuk Menghancurkannya, dan Selamanya Untuk Memperbaikinya