.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Kekuasaan Bisa Mengubah Seseorang Jadi Negatif


Kekuasaan bisa mengubah seseorang, kata David Owen, dan kadang perubahan itu ke arah yang negatif.  Ia menamakan hal itu Hubris Syndrome.  Perubahan kepribadian ini terjadi pada para pejabat, pemimpin perusahaan, manajer dll. Cirinya, pemimpin ini memiliki pandangan yang narsis, yaitu melihat dunia sebagai arena untuk membangun kekuasaan dan kejayaannya.  Ia memberi perhatian yang berlebihan pada “image” dan penampilan diri. Ia tidak suka dan tidak bisa menerima kritikan, karena merasa dirinya paling benar, bahkan di sisi ekstrim ia menganggap hanya Tuhan yang dapat mengadilinya.

Tuhan memang akan mengadili para pemegang kekuasaan, karena kekuasaan berasal dari Dia, didelegasikan pada para pemimpin. Tetapi kekuasaan bukan diberikan demi kepentingan sang pemimpin, melainkan untuk:

Melayani Orang Lain
Seorang pejabat memiliki kekuasaan mengatur anggaran untuk menolong banyak orang. Ia bisa memberi pendidikan gratis, pengobatan cuma-cuma, membangun rusun dll. Seorang pengusaha memiliki kekuasaan untuk menyejahterakan anak buahnya. Seorang polisi memiliki kekuasaan untuk menjaga keamanan. Kekuasaan adalah untuk melayani orang lain.

Get Things Done
Dengan kekuasaan, pemimpin memiliki kesempatan untuk memberi visi, menyatukan tim, dan mengajak mereka mencapai tujuan bersama.
Membawa Pengaruh
Para pemimpin dituntut untuk memberikan pengaruh moral yang tepat, bahkan bila hal itu sulit dan tidak populer, lalu mendorong orang untuk mengikuti jejaknya. Anda diberi kekuasaan untuk memberi teladan dan pengaruh positif (Esther Idayanti)

Kepemimpinan Adalah Mendedikasikan Diri Anda Sepenuhnya Untuk Sesuatu yang Mengubah Hidup Manusia (Elizabeth Holmes)