.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Harus Bisa Menjadi Sebuah Contoh yang Baik


Tahun 1930an, ada seorang anak kecil kecanduan makan gula. Ibunya memutuskan untuk mencari bantuan. Mereka berjalan berjam-jam lamanya di bawah terik matahari untuk bertemu dengan Mahatma Gandhi. Ibu ini meminta Gandhi untuk memberitahu anaknya berhenti makan gula karena tidak baik untuk kesehatannya. Gandhi menjawab, “Saya tidak bisa memberitahunya sekarang. Tapi kembalilah dalam beberapa minggu, dan nanti saya akan bicara padanya.”  Ibu ini nampak bingung dan kesal, ia membawa anaknya pulang. Dua minggu kemudian, ia kembali pada Gandhi. Kali ini Gandhi memandang anak itu dan berkata, “Nak, kamu harus berhenti makan gula. Tidak baik untuk kesehatanmu.” Anak ini mengangguk dan berjanji ia tidak akan makan gula lagi. Ibu dari anak ini bingung, “Mengapa Anda tidak beritahu dia dua minggu lalu ketika saya bawa dia kemari?” Gandhi tersenyum dan berkata, “Bu, dua minggu lalu saya juga makan gula banyak sekali.”

Role Model
Penelitian dari ADA Foundation mengatakan bahwa anak-anak memilih orangtua mereka sebagai panutan utamanya.  Orangtua dan pemimpin yang tidak menjadi panutan, tidak melakukan tugas mereka.

Jangan Kotbahkan Apa yang Tidak Anda Lakukan
“Example is leadership” kata Albert Schweitzer. Orang berusaha memimpin (keluarga atau organisasi) tanpa memberikan contoh tidak akan berhasil karena orang mempertanyakan kredibilitas Anda dan tidak respek pada Anda, sehingga mengabaikan perkataan Anda.
Di balik semua yang kita katakan adalah apa yang kita percayai atau nilai-nilai kita.  Sementara kita meminta orang lain memegang nilai-nilai itu dan mempraktekkannya, kita sendiri tidak melakukannya. “Believe it, say it, do it, and people will follow,“ kata George Bradt. Jadi tugas pertama kita adalah mengubah nilai-nilai kita lalu mempraktekannya (Esther Idayanti)

Teladan Bukanlah Cara Terpenting, Melainkan Satu-satunya Cara Memepengaruhi Orang Lain(Albert Schweitzer)