.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Apa yang Dilakukan Bila Vonis Meninggal?


Setiap tugas dari dosen atau proyek tentu ada tenggat waktunya (deadline) kapan tugas itu harus selesai. Hidup juga ada deadline-nya, suatu saat selesai.  Bedanya, kita tidak diberi tahu kapan deadline-nya. Tetapi beberapa orang diberi deadline oleh dokter berdasarkan kesehatan mereka.

Seorang teman yang terserang penyakit terminal berkata, “Aku tidak mau mati.”  Namun ternyata ia meninggal tidak lama setelah itu. Sungguh menyedihkan bila kita tahu saatnya kita harus pergi, tetapi kita tidak bisa terima.

Ada lagi Annie (37 th) di Inggris yang divonis usianya tinggal dua tahun lagi lalu ia mengikuti "dating game" di televisi untuk menemukan pasangan hidup sebelum waktunya habis. Yang lain tetap ngotot bekerja mengembangkan bisnisnya. Pertanyaannya bukan "Apakah salah?" melainkan "Apakah itu yang paling tepat?" karena semua hal itu akan ditinggalkan dalam waktu singkat.

Berbeda dengan seorang pria yang divonis hidupnya tinggal satu tahun karena terkena kanker. Waktu itu ia berusia sekitar 40 tahun. Ia berpikir dalam setahun, apa yang bisa ia lakukan semaksimal mungkin untuk membawa kabar baik untuk orang lain dan berguna bagi Tuhan. Ia ini berlutut dan berdoa, meminta ampun bila ia pernah menyia-nyiakan waktu mengerjakan hal-hal yang tidak penting/sia-sia, dan minta hikmat untuk menggunakan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Ia lalu berkeliling untuk membangun iman orang lain. Satu tahun berlalu, dua tahun berlalu, hingga 30 tahun berlalu, orang ini masih hidup dan melayani Tuhan.
Sebenarnya kita semua punya “deadline” di dunia ini. Hari-hari kita bisa dihitung, hanya kita tidak tahu kapan. Bagaimana sikap kita? Apakah kita hidup seolah kita menolak mati, atau kita menghitung hari-hari yang singkat ini dan menggunakannya semaksimal mungkin untuk Tuhan dan sesama (Esther Idayanti)

Kesuksesan Terbesar dari Iblis adalah Membuat Orang Berpikir Bahwa Ia Masih Punya Banyak waktu Sebelum Meninggal Untuk Memikirkan Hal-Hal yang Kekal (John Owen)