.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tidak Semua Orang Memiliki Ambisi Seperti Anda


Seorang wartawan mewawancarai seorang ibu yang bekerja di sebuah pabrik biskuit. Wawancara ini adalah program  televisi dari salah satu universitas terbuka.

Wartawan: Sudah berapa lama bekerja di sini?

Ibu: sejak saya lulus sekolah, sekitar 15 tahun

Wartawan: Apa yang Anda kerjakan?

Ibu: Saya mengambil paket biskuit dari ban berjalan dan menatanya di kardus

Wartawan: Apakah Anda selalu melakukan hal yang sama?

Ibu: Ya

Wartawan: Apakah Anda menikmatinya?

Ibu: Oooh.. ya. Luar biasa. Semua orang sangat baik dan ramah, kita sering bergurau dan tertawa bersama.

Wartawan (setengah tidak percaya): Apa benar? Apakah Anda tidak merasa bosan?

Ibu: Oh tidak, kadang pabrik mengganti jenis biskuitnya.

Ternyata, tidak semua orang memiliki ambisi seperti Anda. Tidak bisa berharap seluruh anak buah memiliki ambisi karena sudah ada berbagai sesi motivasi di kantor.  Orang memiliki pandangan yang berbeda tentang kehidupan. Ada yang memikirkan jabatan, ada yang lebih menginginkan persahabatan. Ada yang termotivasi dengan uang, ada yang menikmati pekerjaan sederhana tanpa tekanan.
Apakah seseorang bisa bahagia tanpa memiliki ambisi? Sebuah studi yang dilakukan Timothy Judge, profesor dari University of Notre Dame menyatakan bahwa ambisi membuat orang mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan karir yang lebih sukses. Tetapi dalam jangka panjang ambisi tidak membuat ia lebih bahagia. Salah satu alasannya bila gagal mencapainya justru ia merasa tidak bahagia. Jadi, kenali apa yang penting bagi seseorang, tempatkan orang sesuai porsinya, dan tak perlu memaksakan ambisi Anda (Esther Idayanti).

Tidak Masalah Bila Anda Bahagia dengan Hidup yang Tenang

Image : desktopimage.org