.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Pesan Bung Hatta Masih Relevan untuk Saat Ini


Pemimpin yang sederhana dan disegani ini sangat mencintai Indonesia sehingga ia berjanji tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Pesan beliau masih relevan untuk saat ini:

Pegang Kejujuran
“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki” (Bung Hatta). Ia sangat berpegang pada kejujuran, hingga seluruh tabungannya pun tidak cukup untuk membeli sepatu Bally yang ia inginkan. Baginya nama baik dan respek lebih penting dari kekayaan hasil korupsi, “Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi.”

Miliki Musuh Bersama
“Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri.” (Bung Hatta). Rupanya beliau sudah meramalkan bahwa kalau kita tidak memiliki musuh yang diperangi bersama, maka banyak hal bisa menjadi topik keributan dalam bangsa yang majemuk ini. Musuh kita dahulu (penjajah) sudah lewat, jadi apa musuh kita sekarang? Korupsi, kemiskinan, kebodohan, narkoba, dan hal-hal yang menahan bangsa ini untuk meraih kesejahteraan bersama.  Musuh kita bukan sesama anak bangsa.

Jaga Persatuan
“Apa yang dikatakan persatuan (oleh Soekarno) sebenarnya tak lain dari per-sate-an. Daging kerbau, daging sapi, dan daging kambing disate jadi satu. Persatuan segala golongan ini sama artinya dengan mengorbankan asas masing-masing.” (Bung Hatta)   Kenyataannya, kita tidak bisa membuat semua orang puas. Kalau kita tidak rela mengorbankan asas kita dan rela memaafkan, negara ini akan hancur bersama keegoisan kita. Mari kita jaga bangsa ini bersama-sama (Esther Idayanti).
Jatuh Bangunnya Negara Ini, Sangat Tergantung Dari Bangsa Ini Sendiri. Makin Pudar Persatuan dan Kepedulian, Indonesia Hanyalah Sekedar Nama dan Gambar Seuntaian Pulau di Peta (Moh. Hatta)