.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Enam langkah Bantu Anak untuk Kembangkan Pengendalian Diri


Lima tahun pertama dalam hidup si kecil merupakan periode dimana perkembangan otak nya begitu cepat, namun beberapa bagian otak berkembang lebih pelan dibandingkan yang lainnya. Cortex prefrontal, yang merupakan rumah dari semua fungsi eksekusi merupakan salah satunya, yang menjelaskan mengapa anak - anak cenderung emosional dan susah untuk mengendalikan diri mereka.

Namun bagian otak tersebut ternyata bisa dikembangkan oleh orang tua melalui pendidikan dan pembelajaran sejak dini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang bisa mengendalikan diri mereka sendiri cenderung lebih sukses di sekolah dan tidak melakukan hal berbahaya dibandingkan mereka yang tidak.

Banyak anak yang akan mendapatkan manfaat ketika mereka berhasil mengendalikan kelakuan dan emosi mereka saat berumur 3 sampai 7. Orang dewasa bisa membantu untuk mengembangkan otak anak dengan menjadi pelatih, mengajarkan bahwa anak bisa menjadi pendengar yang baik, belajar untuk fokus, pantang menyerah saat belajar, dan berinteraksi dengan cara yang lebih positif bersama teman yang seumuran.

1. Bicara Lebih Jelas, Mudah Dimengerti dan Sering Mengenai Kelakuan Apa Saja yang Penting
"Waktu membaca harus tenang", "Bergantian saat bermain dengan mainan favorit", "Sekarang ini adalah waktu untuk mendengar dan mengikuti peraturan", "Membantu orang lain bisa membuat semua bahagia". Terapkan semua aturan dan harapan secara sederhana, dan ingatkan anak untuk mengingat kapan harus mengikutinya.
2. Tetapkan Jadwal
Anak - anak mungkin sulit untuk mengetahui waktu, namun mereka bisa terbiasa seiring dengan jadwal yang teratur. Ketika mereka tahu kalau waktu bercerita biasanya akan di lanjutkan dengan bermain di luar, anak yang aktif akan bisa duduk lebih tenang ketika guru mereka membacakan cerita.

3. Pisahkan Waktu untuk Saat Bahagia dalam Sehari
Ketahui bahwa anak - anak mempunyai perhatian terbatas untuk bisa berganti - ganti antara aktifitas belajar yang membutuhkan suasana yang tenang dan fokus untuk mengembangkan imajinasi mereka dan aktifitas belajar yang mengharuskan kegiatan fisik.

4. Memberikan Sesuatu yang Bisa Menarik Perhatian Mereka
Kemampuan untuk fokus pada pelajaran merupakan hal penting dalam kesuksesan mereka disekolah. Bayi yang baru saja lahir biasa nya tersimulasi dengan gerakan yang tertangkap disekitar mereka, misalnya dari pengurus atau orang tua mereka. Anak kecil pada umum nya tertarik dengan berbagai aktifitas seperti bermain mainan block, mengambar, atau berpartisipasi dalam kegiatan di taman kanak-kanak.

Tantangan nya adalah dengan menyediakan aktifitas belajar lain yang memiliki level pembelajaran yang sama, namun bisa terus digunakan untuk mengembangkan kreativitas anak.

5. Jadikan Sebuah Permainan
Game komputer dan permainan mengingat kartu bisa membantu anak mengembangkan ingatan mereka. Beberapa game yang lebih aktif seperti game dansa mengharuskan pemain untuk bisa mengendalikan diri dan pergerakan mereka. Beberapa variasi seperti game ritme bisa membantu mereka mengerti kapan harus mengendalikan kecepatan mereka.

Variasi game lain bisa memberikan anak kesempatan untuk mengendalikan tubuh, suara dan pikiran mereka, selain itu mereka akan berfikir kalau mereka hanya sedang bersenang - senang.

6. Dorong Agar Mereka Lebih Aktif Memperhatikan Sekitar Mereka
Bentuk lain untuk memiliki kendali diri adalah dengan belajar untuk memperhatikan perasaan orang di sekitar dan kondisi sekitar. Dengan melakukan itu, anak - anak bisa berinteraksi dengan cara yang lebih positif dengan teman mereka. Sikap ini merupakan bentuk interaksi dengan tujuan untuk menolong orang lain.

Orang tua dan guru bisa mendorong anak untuk mengadopsi sikap ini dengan menentukan apa yang diharapkan untuk berbagi dan menolong orang lain secara lebih sering, dengan menjadi contoh bagi anak, dan memberikan perhatian positif kepada setiap anak.

Tanamkan bahwa ketika kita menolong orang lain, kita akan merasa bahagia, begitupun mereka.

Tentu saja, setiap anak akan memiliki masa bahagia dan sedih. Perhatian positif dari orang dewasa, ketika mereka sedih atau marah bisa membuat anak mengerti kalau mereka juga bisa mengendalikan perasan mereka.
Kenali ketika anak merasa marah atau di abaikan, bicara dengan mereka mengenai emosi mereka tanpa bernada memerintah, dan jelajahi bagaimana cara mereka untuk merasa lebih baik tanpa melukai orang lain.

Membantu membangun memory bisa membantu anak untuk mengembangkan kemampuan membaca dan memecahkan masalah dengan membuat mereka memiliki informasi dalam otak mereka saat mereka mencoba mencari jawaban.

via edutopia.org
Image : pbs.com
Penulis : Susana Young