.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Benarkan Masa Lalu Anda Lebih Baik?



“Yesterday, all my troubles seemed so far away,” demikian lagu populer Beatles yang mungkin pernah Anda dengar, dan mungkin dianggap benar. Rasanya tahun-tahun yang dulu lebih baik daripada saat ini. Masa kecil kita jauh lebih tenang dan berbahagia daripada kehidupan kita saat ini. Webster Dictionary mendefinisikan nostalgia sebagai “kerinduan terhadap sesuatu yang jauh di masa lalu.”  Benarkan masa lalu lebih baik?

Fakta vs. Ilusi
Faktanya, zaman suami saya kecil tidak ada lemari es di kotanya, jadi kalau mau makan ayam harus potong sendiri saat itu juga. Lalu semua makanan diasinkan supaya awet. Repot! Di zaman lalu, berbagai obat penangkal virus dan kuman belum ditemukan. Bila Anda terkena cacar air, Anda bisa mati!

Tidak Terasa
Penderitaan yang kita alami di masa lalu sudah tidak terlalu “menyengat” lagi dibandingkan dengan apa yang kita rasakan secara langsung saat ini. Tidak heran kita merasa masa lalu lebih ringan dan menyenangkan.

Pelarian
Bila saat ini kehidupan Anda sangat sulit, Anda menghibur diri dengan memikirkan masa lalu, karena memang mengenang sesuatu yang “indah” membuat otak mengeluarkan semacam cairan kimia yang membuat kita merasa nyaman, sehingga kita mengambil kesimpulan bahwa kehidupan masa lalu lebih baik. Akibatnya kita meremehkan hal-hal baik yang sebenarnya ada dalam hidup kita saat ini. Pelarian yang menyedihkan!
Dari pada bernostalgia tentang indahnya masa lalu, lebih baik kita menyadari bahwa kemajuan dan pertumbuhan hanya bisa diperoleh dengan kerja keras menghadapi realita saat ini. Makin cepat kita menyadarinya, makin cepat pula masa depan yang indah menanti kita!(Esther Idayanti)

"Masa Lalu yang Indah" adalah Dusta yang Mematikan, yang Menjangkiti Mereka yang Dilemahkan oleh Ketakutan dan Rasa Tidak Aman (Alan Jay Levinovitz)

Penulis : Esther Idayanti