.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Arti Makar Dalam Kehidupan Sehari-Hari


Yang bener, masa saya makar?  Makar artinya usaha untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Mungkin bukan dalam negara, tetapi dalam rumah tangga atau kantor.  Kita makar bila berkata pada anak-anak, “Bapakmu memang payah banget, ngapain dengerin dia...”  Atau “Atasan tidak berguna, untuk apa kita kerja sungguh-sungguh!”

Mungkin pemimpin itu masih pada posisinya, tetapi kita telah menggulingkannya dengan kata-kata kita sehingga kita tidak lagi hormat padanya, anak-anak tidak lagi taat pada ayahnya, istri pada suaminya, dan bawahan pada atasannya. Benih-benih pemberontakan sudah disebar.

Pimpinan Wakil Tuhan?
Itu pertanyaan kita kalau mendapatkan pemimpin (suami, atasan di kantor, pejabat pemerintah) yang buruk.  Mungkin dia tidak mewakili Tuhan dalam karakter dan tingkahlakunya, tetapi ia menduduki posisi yang Tuhan ciptakan untuk membawa keteraturan dalam rumah tangga, kantor atau bangsa ini. Tanpa pemimpin, semua akan kacau.

Bedakan
Kalau mendapat pemimpin yang buruk, bedakan antara posisi dan pribadinya. Secara posisi kita harus menghormatinya, walaupun secara pribadi kita tidak setuju dengan keputusan atau tingkah lakunya.  Jangan biarkan keburukan atasan menjadi alasan buat kita untuk berbuat yang sama! Fokuskan diri Anda untuk melakukan bagian Anda dengan profesional.  Ketika Anda makar, sebenarnya hal itu menunjukkan kualitas diri Anda sendiri.
Bicara Langsung
Bicara Langsung dengan atasan, tanya dengan hormat mengapa ia memutuskan atau berbuat demikian, jelaskan keadaan dan pandangan Anda, lalu katakan bahwa Anda datang dengan niat untuk memperbaiki situasi dan mendukung dia.  Niscaya, kepercayaan akan meningkat dan mudah-mudahan keinginan Anda terkabul. Tetapi, bila tidak, Anda terima hasilnya. Bagaimanapun juga, ia yang harus bertanggung jawab bila sesuatu terjadi. Dan tujuan Anda adalah untuk memperbaiki situasi, bukan untuk memberontak (Esther Idayanti).

Ketaatan adalah Hubungan Antara Dua "Hamba" yang Dua-duanya Harus Bertanggung Jawab pada Tuhan (BLP)