.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tiga Hal Membuat Rumah Lebih Buruk Dari Penjara


Lawrence John Ripple (70 th) merampok bank di Kansas.  Setelah ia dapatkan uangnya, ia duduk di lobby bank, menunggu polisi datang dan berkata pada sekuriti bahwa dialah orangnya. Ternyata ia sengaja merampok karena berada di penjara lebih baik dari pada berada di rumah bersama istrinya! Setelah diproses, John dibebaskan. Tidak jelas apakah ia pulang ke rumahnya. Tiga hal yang membuat rumah lebih buruk dari penjara:

Cerewet / Merengek
Dari kecil merengek hingga orangtua capek sehingga permintaan dikabulkan. Sampai dewasa, ia menggunakan rengekan/ cerewet untuk mengontrol.  Memang kadang kita memberitahu apa yang benar, seperti menaruh sepatu pada tempatnya, tetapi kalau sudah tiga kali diberitahu dan tidak melakukan, berarti ia mengabaikan.  Pertanyaannya, mengapa diabaikan? Apa ada cara lain selain merengek? Nasihat para psikolog, jangan ngotot pekerjaan dilakukan sesuai jadwal kita, prioritaskan pada hal penting saja, bicara dengan manis, atau lakukan sendiri.

Mengkritik
Komplain diperbolehkan, tetapi kritik dilarang. Komplain bersifat spesifik, “Kamu belum membereskan urusan itu.”  Kritik menyerang karakternya, “Kamu malas, urusan itu tidak beres juga.” Bila terus-terusan dikritik, ia akan menentang Anda, menyimpan kemarahan, mudah jatuh pada perempuan yang mengaguminya, atau kehilangan percaya diri sehingga tidak mampu meraih sukses. Menurut  Scott Haltzman MD, penulis The Secret of Happily Married Women, pria perlu mendengar bahwa istrinya bangga pada suaminya. Jadi puji suami Anda secara teratur, nyatakan penghargaan Anda.
Mengubah
Istri berpikir ia bisa mengubah suaminya, membuatnya berdiet, mengubah kebiasaannya, dll. Tapi ini justru menjadi awal konflik.  Menurut Anne Ziff, “Tiap orang bisa berubah, tetapi lebih baik fokus pada perubahan diri kita, daripada perilaku pasangan kita.” (Esther Idayanti)

Ketika Anda Belajar Menerima Bukannya Menuntut, Anda Tidak Banyak Kecewa