.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tiga Cara Hidup Dengan Suka Cita Dalam Tantangan Hidup


Dua pemenang Nobel bertemu untuk berbagi pengalaman yang ditulis menjadi sebuah buku tentang bagaimana menemukan suka cita dalam menghadapi tantangan hidup. Dalai Lama dan Uskup Desmond Tutu pernah mengalami pembuangan, kekerasan dan tekanan. Tetapi mereka hidup dengan suka cita.

Bukan Dari Luar
Dalai Lama mengatakan orang mencari kebahagiaan dari luar, dari uang, kekuasaan dan materi. Orang merasa bahagia bila mendapatkan apa yang diinginkan. Tetapi suka cita bersumber dalam diri kita, yaitu bila kita memiliki kasih dan kebaikan.  Kita merasakan ketidakpuasan dalam hal materialisme, karena sebenarnya kita dibuat untuk sesuatu yang lebih besar dari hal ini, yaitu untuk hal yang tak terbatas (kekekalan), kata Desmond Tutu.

Suka Cita Walau Menderita
Desmond Tutu berkata bahwa tidak ada sesuatu yang indah pada akhirnya, bisa datang tanpa rasa sakit dan frustrasi.  Tetapi penderitaan yang tadinya adalah musuh Anda, dapat diputar menjadi mitra Anda.  Justru penderitaan membuat Anda menghargai suka cita, kata Dalai Lama.

Suka Cita Ketika Memberi
“Suka cita yang terbesar,” kata Desmond Tutu, “adalah bila kita berusaha melakukan kebaikan untuk orang lain.”  Disambung oleh Dalai Lama, bahwa bila kita ingin hidup kita sedikit masalah, kita harus dengan serius memerhatikan kesejahteraan orang lain.  Ketika semua baik-baik saja, lalu kita rileks, mulailah kita komplain. Untuk mendapatkan suka cita, Anda harus membawa suka cita dalam kehidupan orang lain.
Pada intinya, menurut mereka berdua, suka cita dan kebahagiaan didapatkan dari dua hal ini: yaitu PIKIRAN (perspektif, rendah hati, humor, penerimaan), dan HATI (pengampunan, mengucap syukur, belas kasihan, kemurahan hati). (Esther Idayanti)

Tidak Ada Sesuatu yang Indah Pada Akhirnya, Datang Tanpa Rasa Sakit dan Frustasi (Desmond Tutu)