.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Jangan Mengulangi Pola yang Salah Dari Orang Tua Anda


Patti Davis, putri Nancy Reagan, memutuskan untuk steril pada usia 24 tahun, karena ia takut akan menjadi seorang ibu persis seperti ibunya yang pernah menyakitinya. Beberapa orang ketakutan menjadi seperti orangtuanya. Tetapi bila stres melanda, tiba-tiba ia sadar bahwa ia telah berteriak atau melakukan sesuatu yang persis seperti apa yang dilakukan oleh orangtuanya, “Aku berjanji untuk tidak menjadi seperti mereka, ternyata aku persis seperti itu!”

Dr. Daniel Siegel menulis bahwa otak membuat pola, seperti seseorang yang melalui padang ilalang, lalu meninggalkan jalan setapak. Secara tidak sadar pola itu tertanam dalam pikiran dan diulangi. Apalagi saat kanak-kanak, seseorang tidak mengerti bahwa hal yang dilakukan orangtuanya itu salah karena mereka hidup di dalamnya. Bagaimana supaya kita tidak mengulangi pola yang salah?

Sadari
Sadari apa yang telah terjadi dan dampaknya dalam hidup Anda. Lalu buatlah pola perilaku baru, atau “jalan” yang baru di ladang ilalang itu. Walaupun tidak hidup di masa lalu, tapi masa lalu harus dimengerti untuk berubah. Bila perlu cari bantuan terapi.

Belajar
Belajar dari berbagai sumber (buku, internet, seminar) dan cari mentor yang dapat membantu Anda memberikan input yang benar.

Ampuni
Ampuni orangtua Anda, karena kebencian akan muncul menjadi perilaku lain yang mirip. Ketika Anda benci, Anda memfokuskan pikiran dan energi pada hal itu, sehingga secara tidak sadar, kualitas yang mirip akan muncul walaupun ekspresinya berbeda.
Lihat Sisi Lain
Seorang gadis tadinya marah ketika ia dikatakan ia persis seperti ibunya yang kejam. Tetapi kemudian ia menyadari, bahwa ia adalah pribadi yang berbeda. Ia mungkin mengatakan sesuatu yang mirip, tetapi makna dan motivasinya berbeda. Ia belajar bersyukur bahwa ibunya mewariskan hal yang positif seperti kegemaran membaca buku, kerapihan, dan semangat. (Esther Idayanti)

Saya Menjadi Orang Tua Dengan 3 Tujuan Jelas : Untuk Mencintai, Menghargai dan Mendengarkan (Mellisa R. Carter)