.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Jangan Hidup Untuk Menyenangkan Orang Lain


Penting jadi orang yang menyenangkan, tetapi jangan hidup untuk menyenangkan orang lain (people pleaser). Orang macam ini sangat baik dan suka menolong. Mereka ingin dibutuhkan, merasa penting, dan takut dinilai negatif. Rasa percaya diri mereka didasarkan atas penerimaan orang lain. Mereka tidak pernah berkata “Tidak” tetapi semua ini berakibat buruk pada diri sendiri.

Apakah Anda Jujur?
Apakah Anda berani mengatakan hal yang sebenarnya, atau mengatakan hal-hal yang orang lain ingin dengar supaya Anda diterima?  Apakah Anda mengubah diri demi menyenangkan orang lain?  Dalam kelompok yang berbeda, pendapat juga berubah untuk menyesuaikan, cenderung tidak berprinsip.  Menyenangkan orang lain itu baik, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri.

Apakah Anda Mengorbankan Kebutuhan Pribadi yang Penting?
“People pleaser” menaruh kepentingan semua orang di atas dirinya, sehingga kebutuhan dan kesehatannya sendiri terbengkalai.  Lalu mereka merasa stres karena terlalu sibuk melakukan banyak hal untuk orang lain. Perlu ada keseimbangan antara berkorban untuk orang lain dan menjaga kepentingan diri sendiri.

Apa Motivasi Anda Melakukan Sesuatu?
Apakah Anda melakukan karena hal itu penting, sesuai tujuan Anda, dan Anda menikmatinya, atau karena terpaksa akibat permintaan orang lain?
Biasanya “people pleaser” ini terbentuk karena seseorang kekurangan cinta kasih atau terlalu banyak dikritik oleh orangtuanya saat kecil. Sehingga mereka punya kebutuhan yang besar untuk dicintai dan diterima. Fokuskan diri Anda untuk menyenangkan Tuhan, yang sudah menerima dan mencintai Anda apa adanya.  Ketika kita menyenangkan hati Tuhan, tidak penting siapa yang merasa tidak senang. Tetapi ketika kita tidak menyenangkan hati Tuhan, apa gunanya bila seluruh dunia merasa senang? (Esther Idayanti)

Saya Tidak Tahu Kunci Sukses, Tetapi Kunci Kegagalan adalah Berusaha Menyenangkan Setiap Orang (Bill Cosby)

Image : theinspirationallifestyle.com