.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Berusaha Untuk Berpikir Realistis


Alkisah seorang pemuda jelata jatuh cinta pada putri bulan. Cinta bersambut, namun pemuda itu dibunuh oleh para penjaga putri bulan. Jasad pemuda itu berubah menjadi burung pungguk yang setiap bulan purnama bernyanyi memanggil sang putri. Itulah asal pepatah “seperti pungguk merindukan bulan,” yang artinya tidak realistis.

Berpikir realistis adalah berpikir dengan ukuran yang tepat, melihat semua aspek (positif, negatif, netral) sebelum membuat kesimpulan.  Lawan dari berpikir realistis adalah melihat dunia dari sudut pandangnya, dan memikirkan diri sendiri lebih tinggi dari yang sebenarnya.

Di Luar Batas Kemampuan
Apakah berarti kita tidak boleh bermimpi?  Ada bedanya punya impian (cita-cita) dan berangan-angan (“wishful thinking”).  Kalau saya bermimpi menjadi walikota dan melamar untuk posisi tersebut tanpa punya pengalaman di bidang administrasi, tidak pernah berkarir di pemerintahan, dan tidak memiliki rancangan untuk kota ini, berarti saya hanya berangan-angan.  Sebaiknya kita berpikir realistis, sesuai kemampuan  kita dan lakukan yang terbaik untuk meraih potensi kita yang tertinggi (bukan potensi dan porsi orang lain).

Bias
Bila seseorang sangat ingin percaya pada sesuatu, ia akan wujudkan hal itu supaya menjadi kenyataan. Contohnya, kalau saya ingin dianggap sebagai penulis yang baik, saya bertanya pada keluarga dan teman yang kemungkinan memberi pujian, bukan kritikan. Akibatnya orang “bias”, menjadi terlalu percaya diri, terlalu optimis, tidak cocok dengan keadaan sebenarnya, sehingga pengambilan keputusan dapat meleset.
Berpikir realistis adalah berkata, “Tuhan, berikan aku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak bisa aku ubah, berikan keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa diubah, dan berikan hikmat untuk mengetahui perbedaannya." (Esther Idayanti)

Saya Senang Melihat Kehidupan dari Sisi yang Optimis, Tetapi Saya Cukup Realistis untuk Mengerti Bahwa Kehidupan adalah Hal yang Kompleks (Walt Disney)