.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Bertanya Pertanyaan yang Baik Membuat Orang Jadi Lebih Baik


Isidor I. Rabi, pemenang Nobel ilmu pengetahuan, ditanya bagaimana ia menjadi ilmuwan. Rabi menjawab bahwa setiap hari sepulang sekolah ibunya mengajaknya mengobrol. Ibunya tidak tertarik apa yang ia pelajari, tetapi bertanya, “Apakah kamu bertanya pertanyaan yang baik hari ini?”  Rabi berkata, “Bertanya pertanyaan yang baik membuat saya menjadi seorang ilmuwan.”

Orang berpikir bahwa kepandaian dilihat dari kemampuan menjawab semua pertanyaan, karena itu mereka enggan bertanya karena takut dikira bodoh. Padahal ilmuwan jenius selalu bertanya. Isaac Newton bertanya, “Mengapa apel jatuh dari pohon?”  Albert Einstein bertanya, “Bagaimana bila aku bisa mengendarai seberkas cahaya melewati tata surya?”

Pemimpin yang Baik Selalu Bertanya,
karena pertanyaan memicu pemikiran mendalam dan solusi yang inovatif, walaupun memang tidak setiap pertanyaan ada jawabannya. Ketika Greg Dyke menjadi direktur BBC tahun 2000, ia mengunjungi kantor-kantor BBC dan mengumpulkan para staf. Mereka berpikir bahwa Greg akan memberi presentasi panjang lebar. Tetapi ternyata ia hanya duduk dan bertanya, “Satu hal apa yang bisa saya lakukan untuk membuat Anda lebih baik?”  Pertanyaan kedua, “Satu hal apa yang membuat para pemirsa dan pendengar kita lebih baik?” Greg tidak hanya mendapatkan jawaban yang brilian, tetapi juga respek dari para staf yang kagum karena atasan mereka mau mendengar.

Hindari Jawaban “YA” dan “TIDAK.”  
Pertanyaan seperti, “Apakah Anda puas dengan hasilnya?”  Hanya dijawab “ya” atau “tidak.” Lanjutkan pertanyaan dengan, “Mengapa Anda puas?” atau “Menurut Anda hasil ini didapat karena apa?” Kata Tony Robbins, orang yang sukses bertanya pertanyaan yang lebih baik, sehingga mereka mendapatkan jawaban yang lebih baik (Esther Idayanti).
Kepemimpinan Bukan Sekedar Tentang Memiliki Jawaban yang Benar, Tetapi Lebih Mengenai Memiliki Pertanyaan yang Tepat (Michael Hyatt)