.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Sembilan Bahan Kimia yang Sering Digunakan Bisa Ganggu Kesuburan


Ketidaksuburan lebih sering terjadi dibandingkan dengan yang dipikirkan kebanyakan orang. Sekitar 10% dari mereka yang berada di usia reproduksi mengalami masalah dengan kesuburan. Bagi mereka, untuk bisa hamil merupakan hal yang sulit dilakukan.

Yang tidak Anda sadari adalah ternyata penyebabnya bisa berasal dari bahan kimia yang setiap hari ada di sekitar Anda. Berikut adalah sembilan bahan kimia yang berada di sekitar Anda.

1. Bahan Anti Lengket
Anda tentu senang dengan peralatan masak yang anti lengket karena mudah di pakai dan gampang dibersihkan. Tapi masalahnya adalah, bahan kimia anti lengket mulai masuk kepada makanan Anda saat ada goresan atau retakan terjadi pada permukaan.
Permasalahannya adalah bahan kimia tersebut memberikan masalah pada kesehatan, termasuk untuk bisa mendapatkan keturunan baik bagi pria maupun wanita. Penelitian membuktikan kandungan kimia perfluoroalkyyl acids bisa ditemukan pada telur dan sperma, yang kemudian mempersulit kehamilan.

2. Glymes
Kebanyakan orang mungkin tidak mengetahui mengenai "glymes", bahan kimia yang berada pada keturunan glycol ether ini biasa digunakan pada micro-chip, papan elektronik, dan resep obat. Pada tahun 2011, EPA mengumumkan kemungkinan untuk melarang pengunaan berlebihan.

Penelitian menemukan bahwa para pekerja di pabrik dimana glymes biasa di gunakan ternyata sering mengalami keguguran, dan EPA juga memperingatkan bahaya dari bahan kimia ini.

Glymes juga bisa ditemukan pada pembersih karpet, tinta printer, cat, dan baterai lithium. Jauhi dari pembersih karpet berbahan kimia, dan mulai gunakan yang lebih aman seperti white vinegar atau baking soda. Gunakan printer hanya jika diperlukan.

3. BPA
Bisphenol A atau BPA, digunakan pada banyak sekali produk yang kemudian terdeteksi pada pasir, debu rumah, dan air. Penelitian membuktikan bahwa pria dengan level BPA yang tinggi pada air seni mereka ternyata menghasilkan sperma kualitas rendah, yang membuat mereka sulit untuk bereproduksi.

BPA banyak ditemukan pada makanan kalengan, beberapa plastik No.7, kertas bon. Mulai memilih makanan beku dibandingkan kalengan, minum dari gelas kaca atau anti karat yang aman untuk digunakan, serta tidak memerlukan bon untuk pembelian sedikit.
4. Bahan Tahan Api
Digunakan pada kursi mobil dan penahan pada barang elektronik, bahan kimia yang umum digunakan sebagai anti api bisa menunda kehamilan.

Pada 2010, peneliti mengeluarkan penelitian yang memberikan shock. Untuk setiap sepuluh kali kenaikan polybrominated diphenyl ethers (PBDE) pada darah, wanita akan mengalami peningkatan 30 persen waktu yang di perlukan untuk bisa hamil.

Bahan kimia ini banyak ditemukan pada pinggiran karpet, elektronika, busa furniture, debu.

5. Phthalates
Mungkin salah satu bahan kimia yang paling sering digunakan, phthalates adalah bahan kimia yang umumnya ditemukan pada produk vinyl dan produk wewangian buatan. Bahan kimia ini lebih berpengaruh terhadap pria karena mempengaruhi kualitas sperma.

Phthalates umumnya ditemukan pada produk vinyl seperti tirai kamar mandi dan kulit buatan, produk wewangian seperti cologne, parfum, lilin, penyegar udara, deterjen, handuk, dan pelembut, shampo, sabun, semprotan rambut, semprotan tubuh, lotion, deodoran, dan berbagai barang lainnya.

Hindari pengunaan produk vinyl, gunakan lilin yang dibuat oleh lebah karena lilin ini bisa membersihkan udara dalam ruangan, hindari berbagai produk yang memiliki label "pewangi" atau "parfum".

6. Pestisida
Pestisida memiliki kebiasaan untuk berpindah. Atrazine, bahan kimia yang bisa ditemukan pada pembunuh rumput digunakan pada pertanian dan lapangan golf, ditemukan pada saluran air nya. Pengunaannya yang luas merupakan mimpi buruk bagi pasangan yang mencoba untuk mendapatkan keturunan.

Pestisida ditemukan pada daerah pertanian. Beli dan tanam tanaman organik. Jika Anda tinggal dekat daerah yang mengunakan pestisida, pertimbangkan untuk memakai filter yang bersertifikat untuk menghilangkan pestisida.

7. PCBs
PCBs digunakan beberapa tahun lalu dalam industri elektronik dan sekarang sudah dilarang pengunaannya, namun sisa nya tidak mudah terurai dan telah mengkontaminasi aliran air dan ikan yang berenang didalamnya.

PCBs biasa ditemukan pada ikan tertentu, seperti salmon yang diternakan, yang umumnya ditemukan pada tempat belanja. Mendapatkan asupan omega-3 tentu penting saat hendak mendapatkan keturunan, hanya saja pastikan sumber nya memang aman untuk di konsumsi.

8. GMOs
Makanan yang sudah direkayasa secara genetik atau GMO tidak pernah dibuktikan aman untuk di konsumsi, meskipun sudah banyak beredar. Makanan GMO seperti jagung, kacang dan kanola, sudah direkayasa untuk bisa tahan dari pengunaan bahan kimia dan pestisida.

Studi pada tahun 2008 di Austria menemukan bahwa makanan GMO pada hewan mengurangi kemampuan untuk reproduksi. Efek nya berpengaruh lebih pada keturunan ketiga dan keempat, yang bisa diperkirakan bahwa cicit dari wanita yang mengkonsumsi makanan GMO bisa mengalami ketidaksuburan.

GMO umumnya ditemukan pada makanan non-organik.
9. Nitrates
Polusi pada sumber air minum yang berasal dari nitrogen dan nitrates yang bersumber dari sisa pupuk ternyata berpengaruh pada kemampuan bereproduksi, kanker, dan keguguran.

Nitrates bisa ditemukan pada sumber air di area dimana pengunaan pupuk berbahan kimia banyak digunakan. Periksa sumber air Anda seperti pipa atau sumur dengan pengetesan NPA. Untuk menghilangkan nitrates pada air, Anda memerlukan filter air yang sudah bersertifikat NSF 53, 58 atau 62.


Penulis : Susana Young
Image : www.pregnancywellnesstips.com