.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Lebih Baik Tiga Jam Lebih Awal Daripada Satu Menit Terlambat


Beli jam karet memang lebih murah dari Rolex, tapi biarpun pakai jam Rolex tetap saja ada orang yang selalu terlambat.  Tahun 2002 ada artikel di USA Today yang menyatakan bahwa keterlambatan para CEO mahal harganya. Dihitung-hitung, bila ada empat staf yang ikut dalam meeting tersebut, uang yang dihamburkan karena keterlambatan 15 menit sebesar $4.250. Itu tahun 2002, apalagi sekarang! Tetapi tetap saja ada orang yang terlambat:

Macet
Ini alasan sehari-hari bagi mereka yang tinggal di Jakarta. Karena tahu kemacetan Jakarta, sebaiknya Anda berangkat jauh lebih awal. Perbaiki cara Anda mengatur waktu.

Buang Waktu
Beberapa orang beralasan bahwa datang lebih awal, akan buang waktu menunggu. Tetapi lebih baik “membuang waktu” daripada “membuang reputasi” Anda, atau “membuang proyek” yang sudah di depan mata. Bawa buku atau majalah, buat rencana sambil menunggu dll.

Adrenaline Rush
Ada orang yang berangkat sangat mepet, bahkan berkali-kali ketinggalan pesawat, karena mereka jenis “crisis-maker” atau harus merasa stres/tegang supaya bisa berfungsi. Model ini harus memeriksakan diri ke psikolog.

Superior
Dengan terlambat Anda secara tidak langsung mengatakan bahwa waktu Anda lebih berharga dari waktu orang lain, biarkan mereka menunggu. Tentu ini sangat tidak sopan, orang bisa merasa diabaikan atau tidak penting.
Natalie Du Toit berkata, “Saya selalu terlambat karena orang-orang menghentikan saya untuk minta tanda tangan.”  Sebelum Anda jadi superstar, Anda tidak punya alasan untuk terlambat! (Esther Idayanti)

Lebih Baik Tiga Jam Lebih Awal Daripada Satu Menit Terlambat (William Shakespeare)