.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Empat Masalah Uang yang Bisa Hancurkan Pernikahan


"Amnesti pajak ini makan korban juga, banyak perceraian terjadi," kata Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. Beberapa istri wajib pajak mendatangi kantor pajak untuk memeriksa harta yang dilaporkan suaminya.  Mereka terkejut suaminya memiliki beberapa rumah, padahal yang dilaporkan ke istri hanya satu!  Sesuai UU kerahasiaan, kantor pajak dilarang untuk membocorkan rahasia tersebut, mengakibatkan para istri meradang dan meminta cerai. Bila tidak ditangani dengan tepat, masalah uang bisa menghancurkan pernikahan.

Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Menyembunyikan harta, hutang atau pengeluaran dari pasangan Anda berakibat fatal. Tanpa kejujuran, tidak ada kepercayaan. Tanpa kepercayaan, tidak ada keintiman.  Pernikahan berakhir di situ.

Materialisme atau menghargai “barang” lebih dari uang akan menghancurkan hubungan. Contohnya, tidak ingin kalah dengan tetangga, orang membeli mobil mewah yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan membawa beban hutang. Atau, salah satu pasangan belanja tidak terkontrol.

Pandangan yang Berbeda
Menurut Jeffrey Dew, ketika seseorang merasa pasangannya menghabiskan uang secara tidak bijak, hal ini meningkatkan kemungkinan perceraian sebanyak 45%. Namun, ingat kata “merasa,” bisa jadi cara mereka memandang apa yang penting dan tidak sedikit berbeda. Jadi, berundinglah untuk menyamakan persepsi. Jelaskan mengapa hal itu penting buat Anda.
Dominasi
Yaitu salah satu pasangan menguasai uang. Menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga bukan berarti  punya hak untuk mendominasi dan mendikte pasangannya. Uang bicara soal kekuasaan, siapa pemegang uang, ia berkuasa. Tapi pernikahan berjalan karena cinta, dan hancur karena kekuasaan.

Anda Tidak Bisa Memiliki Hubungan yang Luar Biasa Sampai Anda Dapat Berkomunikasi dan Setuju Tentang Keuangan (Larry Burkett)

Penulis : Esther Idayani
Image : www.ebubble.com