.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Bunuh Diri Bukan Jalan Terakhir Masalah Hidup Anda


Harakiri adalah tradisi bunuh diri demi kehormatan di antara para samurai Jepang. Untunglah tradisi ini tidak dilakukan lagi. Namun angka bunuh diri di Jepang masih tinggi, nomor tiga di dunia setelah Korea Selatan dan Hungaria. Di Indonesia, bunuh diri merupakan satu dari tiga penyebab kematian kelompok umur 15-44 tahun. Menyedihkan.

Mengapa orang bunuh diri? Selain karena gangguan kejiwaan, biasanya karena tidak bisa melihat alternatif yang lebih baik. Ada juga yang menggunakan bunuh diri sebagai ancaman, dari putus pacar hingga tidak dibelikan sepeda motor.

Penderitaan
Orang berpikir untuk bunuh diri karena merasa bahwa penderitaan yang mereka alami lebih besar dari kekuatan yang mereka miliki untuk mengatasinya. Dua hal untuk mengatasi pemikiran bunuh diri: mencari cara untuk mengurangi rasa pedih/ menderita, atau mencari sumber daya untuk mengatasi masalahnya. Kenyataannya, banyak orang yang batal bunuh diri mengatakan bahwa perasaan menderita itu berubah sejalan dengan waktu. Selalu ada jalan keluar.

Bukan Penyelesaian
Orang berpikir bahwa bila ia bunuh diri, maka semuanya akan selesai.  Tetapi semua agama menentang bunuh diri, karena nyawa kita adalah milik Tuhan yang menciptakannya. Ada perintah “Jangan membunuh,” termasuk membunuh diri sendiri.  Jadi bunuh diri adalah ketidakpercayaan dan pemberontakan pada Tuhan. Rencana Tuhan buat Anda adalah kehidupan, bukan kematian. Jalan keluar yang tepat adalah iman.
Cari Pertolongan
Cari pakar (contohnya psikiater, rohaniwan), curhat pada orang yang dapat dipercaya, minta teman tinggal bersama Anda supaya Anda tidak sendirian.  Setiap kali terlintas pikiran itu, hubungi teman yang Anda percaya.

Tuhan punya rencana yang indah untuk kehidupan Anda. Bukan berarti semua akan nyaman dan lancar, tetapi selalu ada harapan bila Ia dilibatkan dalam kehidupan Anda. (Esther Idayanti)

Jangan Bingung Antara Mengakhiri Kepedihan dengan Mengakhiri Hidup Anda. Itu Dua Hal yang Berbeda (Kevin Caruso)