.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Jangan Terpenjara Oleh Napsu Diri Sendiri


Pada abad ke-14, Raynarld III menjadi Duke (pemimpin wilayah) yang sekarang adalah Belgia. Tetapi kemudian adiknya, Edward, berontak dan menang. Ketika Edward menangkap Raynald, ia membangun sebuah ruangan untuk kakaknya, dengan jendela dan pintu. Ia berjanji bila kakaknya keluar dari ruangan itu, semua harta dan jabatan kerajaan akan dikembalikan padanya. Masalahnya, Raynald sangat gemuk, sehingga tidak bisa melewati pintu ruangan itu. Edward tahu bahwa kakaknya tidak dapat mengontrol selera makannya, jadi ia mengirimkan makanan-makanan yang sangat lezat setiap hari. Dapat diduga, Raynald bertambah gemuk. Setiap kali ada orang yang menuduh Edward memperlakukan kakaknya dengan kejam, ia hanya berkata, “Kakak saya bukan tahanan. Ia dapat meninggalkan ruang itu kapan saja ia mau.” 

Seperti Raynald, tidak sedikit orang yang terpenjara oleh nafsunya. Sebagian besar masalah di dunia bersumber dari tidak adanya “self-control”: kriminalitas, kecanduan, kehamilan di luar nikah, terlilit hutang,  kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, karir mandek dll. Sebaliknya, orang-orang yang bisa menguasai dirinya akan sukses, karena ia dapat disiplin mengikuti jadual, menguasai perasaannya, berhati-hati dengan perkataannya, mengatur keuangan dengan bijak, dan berpikir sebelum bertindak.
Sebenarnya tidak ada orang yang lahir dengan memiliki self-control, buktinya bayi selalu merengek. Tetapi kita dapat membangun hal itu, seperti seseorang melatih ototnya. Kita bisa tegas terhadap diri sendiri dengan melihat keuntungan jangka panjang. Kita juga perlu tahu di mana kelemahan kita lalu membuat rencana untuk menghindari godaan tersebut. Pada intinya, kita perlu melatih diri untuk melakukan yang benar, bahkan ketika kita merasa ingin melakukan yang salah. (Esther Idayanti)

Kalau Kamu Mengalahkan Dirimu, Maka Kamu Mengalahkan Dunia (Paulo Coelho)