.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Bukan Mayoritas Atau Minoritas Melainkan Berpegang pada Nilai Kebenaran


Setelah pengumuman pasangan cagub dan cawagub DKI, ada petinggi partai yang ternyata secara pribadi mendukung calon dari partai lain. Agak susah berada di partai karena seseorang harus satu kata dengan dengan mayoritas partai.

Ada istilah "groupthink" di mana anggota kelompok berusaha meminimalisir konflik dan mencapai konsensus tanpa berpikir kritis tentang alternatif ide/pandangan lain. Yang kita temui seringkali uang dan kekuasaan turut bermain, apalagi dalam partai.
Mayoritas Tidak Selalu Benar
Contohnya, jutaan orang beranggapan bahwa "waktu adalah absolut" termasuk ilmuwan Isaac Newton, sampai Einstein membuktikan sebaliknya. Menilai sesuatu tidak berdasarkan berapa banyak orang yang menganggap hal itu benar, tetapi apakah hal itu sebuah kebenaran. Gunakan nilai-nilai Anda untuk memutuskan.

Berdiri Sendiri
Bagaimana bila Anda terpaksa berseberangan dengan mayoritas? Percayalah, Anda bukan satu-satunya. Tidak semua orang melakukannya. Dan ketika Anda berdiri di pihak kebenaran, Tuhan ada bersama Anda.

Rendah Hati
Rendah hati adalah hal terpenting bila Anda harus berdiri sendiri, jangan menganggap diri paling benar dan menjadi sombong, tetapi terus menganalisa dan pertajam kemampuan Anda untuk menjelaskan posisi Anda agar Anda mengerti benar mengapa Anda memilih hal itu.
Soren Kiekegaard mengatakan bahwa biasanya justru minoritas lebih kuat karena mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki pendirian. Tetapi sekali lagi, bukan di sisi mayoritas atau minoritas, melainkan berpegang pada nilai kebenaran (Esther Idayanti)

Hal yang Salah Tidak Berhenti Jadi Salah Hanya Karena Mayoritas Merangkulnya (Leo Tolstoy)