.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Bagaimana Bersikap Bila Divonis “Stadium 4”?


Seorang teman papa terkena kanker. Teman-teman yang mau menjenguk bingung bagaimana menghiburnya. Ketika dijenguk, bapak itu berkata dengan ringan bahwa ia stadium 4, dan sambil tertawa berkata bahwa teman-temannya pun telah berada dalam “stadium 4” mengingat usia mereka. Bagaimana bersikap bila divonis “stadium 4”?

Hidup Hari ini
Hal terberat adalah melepaskan hak untuk hidup di masa depan. Ia harus belajar menikmati hari ini, dan hidup sehari demi sehari.  Tetapi jangan menghentikan semua kehidupan, kegiatan dan pekerjaan, karena hal-hal itu mengalihkan fokus dari penyakit dan memberi semangat. Jangan menyerah sebelum kehidupan berhenti.

Bermakna
Mengetahui bahwa waktu kita terbatas membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang terpenting dalam hidup ini, sehingga kehidupan kita bertambah kaya dan bermakna.

Bersyukur
Seorang pendeta divonis hidupnya tidak akan lama karena kanker. Ia berkata, “Ada yang bertanya apakah saya marah pada Tuhan. Jujur saya katakan, saya mengasihi Tuhan. Ia tidak melakukan hal ini pada saya. Kita hidup di dunia yang penuh dosa, di mana penyakit dan kematian adalah kutukan akibat perbuatan manusia sendiri. Dan saya akan menuju tempat yang lebih indah, tanpa air mata, penderitaan dan kesedihan. Jadi, jangan mengasihani saya.”
Beriman
Mencari kesembuhan lewat medis dan doa adalah penting. Tetapi yang terpenting adalah sikap kita, seperti yang dikatakan oleh seorang ibu, “Saya tidak terlalu peduli dengan apa yang Tuhan akan lakukan dengan hidup saya (menyembuhkan atau tidak), karena Dia yang memiliki saya.  Tetapi saya peduli bagaimana sikap saya melalui semua ini, apakah saya bisa tetap percaya pada-Nya dan bersikap positif.”  Mengalahkan penyakit tidak melulu dengan obat, tetapi juga dengan iman (Esther Idayanti)

Apa yang Ulat Pikir Akhir Dari kehidupan, Sang Maestro Menyebutnya Kupu-Kupu (Richard Bach)