.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Ambisi itu Perlu, Tetapi Ambisi Tanpa Batas adalah Kutukan


Alexander the Great dikenal sebagai seseorang yang memiliki ambisi untuk menaklukkan dunia. Pada usia 33 tahun, ia telah membangun kekaisaran terbesar di zaman itu, dari Yunani hingga sebagian India. Ia telah menaklukan batasan "dunia" seperti yang dipahami orang di masa itu. Di tengah kejayaannya, ia menangis di tendanya dan berkata, “Tidak ada lagi dunia untuk ditaklukkan.”

Ambisi itu perlu, tetapi ambisi tanpa batas menjadi kutukan. Orang yang ambisius menetapkan standar yang sangat tinggi bagi dirinya. Ketika hal itu tercapai, ia kembali menaikkan standar, begitu seterusnya tak berakhir, tanpa rasa puas, seperti orang yang sedang berjalan di atas “treadmil,” tidak akan pernah tiba di tujuan.

Putuskan Kapan "Cukup"
Periksa kemampuan Anda dengan realistis. Hitung baik-baik apa yang harus Anda korbankan untuk mencapai hal itu. Yang jelas, jangan mengorbankan keluarga dan integritas Anda demi mencapai ambisi.

Mengapa Anda Melakukannya?
Apakah untuk diri sendiri, atau untuk orang lain juga?  Apakah demi ambisi Anda berani menghalalkan segala cara, atau tetap berpegang pada integritas Anda? Apakah hasilnya untuk kejayaan Anda, atau memuliakan nama Tuhan? Apakah ambisi Anda memiliki nilai-nilai moral yang bisa dipertanggung jawabkan?
Apa yang Terjadi Bila Gagal?
Jangan pertaruhkan semuanya. Kalau Anda ingin beken, daripada berjalan di tali di atas jurang, lebih baik pasang video norak Anda di Youtube. Paling tidak, kalau gagal Anda tidak mengorbankan sesuatu yang terlalu besar seperti nyawa. Contoh lain, sering kita dengar orang menggadaikan sertifikat rumah demi bisnis, ternyata ekonomi berbalik, bisnis rugi, dan ia tidak punya tempat tinggal. Hati-hati, kata Thomas Otway ambisi adalah sebuah nafsu yang tak pernah terpuaskan (Esther Idayanti).

Keinginan Untuk Meraih Bintang Adalah AMbisius. Keinginan Untuk Meraih Hati Adalah Bijaksana (Maya Angelou)