.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Ada Waktunya Kita Membutuhkan Iman Untuk Melalui Hal Yang sulit


Mark Twain adalah penulis yang berbakat dan terkenal. Tetapi ia sangat merendahkan Tuhan dan mengejek orang-orang yang percaya pada-Nya. Mark Twain menikah dengan Olivia Langdon, seorang gadis yang sebenarnya dibesarkan oleh orangtua yang beriman. Tetapi karena ia jatuh cinta dan menikahi Mark Twain, Olivia melupakan imannya dan berhenti beribadah.

Suatu saat kehidupan menjadi sangat sulit, mereka bangkrut, jatuh miskin dan anak perempuan mereka meninggal. Melihat sang istri sangat bersedih Mark berkata "Livy, kalau berpegang pada imanmu membuatmu lebih baik, lakukanlah.” Tetapi Olivia menjawab dengan sedih, “Aku tidak bisa. Aku sudah tidak punya sisa iman sedikitpun.”

Suatu saat, suatu ketika, kita membutuhkan iman untuk memampukan kita melalui hal-hal yang sulit dalam hidup ini, dan memberi keyakinan pada detik-detik terakhir hidup kita. Iman menjawab pertanyaan kita tentang Tuhan, arti hidup dan kehidupan setelah kematian.
Tetapi beberapa orang seperti Mark Twain, tidak percaya pada Tuhan. Ada juga yang mengaku percaya, tetapi ia hidup seperti tak bertuhan karena menyepelekan perintah-Nya. Padahal akar kata “Tuhan” adalah “tuan” yang memerintah dan menuntut ketaatan. Iman tidak bisa dipisahkan dengan ketaatan. Ada lagi yang berkata, "Kita hidup di dunia  saat ini, urusan Tuhan nanti saja." Ini sah-sah saja, kalau kita tahu dengan tepat kapan kita meninggal, supaya sebelum meninggal, kita bisa bertobat. Repotnya tidak ada seorang pun yang tahu saatnya. Dan mungkin seperti Olivia, pada suatu titik kita kehilangan kemampuan untuk percaya (EI)

Tuhan Tidak Mengirim Orang Ke Surga atau Neraka. Itu adalah Pilihan Mereka saat Berada Di Dunia (Esther Idayanti)