.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tiga Cara Menjaga Anak Gadis Dari Pengaruh Buruk


Seorang gadis SMA punya follower 900.000. Ia posting dengan baju seksi, pose menantang, merokok, dan pacaran dengan vulgar. Ia bintang pelajar dari daerah yang pindah ke Jakarta. Ia menukar pakaiannya yang sopan dengan baju seksi; menggantikan intelektualitasnya dengan kata-kata kasar dan makian. Kemudian ia mengaku juara karena mencontek! Figur berantakan tapi diikuti oleh banyak remaja/anak.

Gadis era ini lebih ingin terlihat seksi daripada tampak intelek, dan lebih suka dikenal sebagai gadis populer ketimbang ramah dan penolong. Dan sosial media mewujudkan semua itu. Bagaimana supaya anak perempuan kita tidak sedangkal itu?

Monitor Pengaruh Luar
Perhatikan apa yang ia baca, tonton dan dengarkan. Diskusikan mengapa Anda keberatan mereka menonton hal itu, dan kaitkan dengan nilai-nilai yang Anda yakini. Saya keberatan anak saya menonton pemilihan Miss World karena lomba ini menilai perempuan berdasarkan penampilannya. Semuanya tinggi, cantik, hidung mancung. Saya tidak ingin anak saya yang kecil itu membandingkan gigi ompongnya dengan gigi Miss World yang sempurna. Saya berharap anak saya bisa menilai seseorang jauh ke dalam kepribadian, bukan apa yang nampak di kamera semata.

Berani Bukan Kompromi
Ajari anak gadis Anda untuk bisa berdiri teguh walau sendiri. Tidak pernah mudah, tetapi dengan menanamkan iman mudah-mudahan ia bisa mengerti bahwa mendapat persetujuan Tuhan jauh lebih penting daripada penerimaan manusia.

Ajarkan Harga Diri Yang Sebenarnya
Alat ukur dunia sangat tidak tepat: tampang, tabungan, dan terkenal. Ajarkan bahwa harga diri mereka tidak sama dengan penampilan mereka, karena Tuhan lebih menghargai apa yang di dalam hati daripada apa yang nampak di luar. Tuhan mengasihi dirinya, bukan prestasi dan kepopulerannya (EI)

Jadilah Seperti Apa yang Tuhan Mau, Bukan Apa yang Orang Ingin Lihat

Penulis : Esther Idayanti