.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Terlalu Sibuk Tidak Selalu Baik


“Sibuk” adalah salah satu jawaban yang sering dilontarkan bila seseorang ditanya “Apa kabar?” Sebagian besar orang super sibuk karena kesalahannya sendiri. Di samping tanggung jawab utamanya, ia menerima berbagai tugas, mengikuti berbagai acara, dan menjadi relawan di berbagai organisasi. Menjadi sibuk membuat kita merasa penting dan berharga, karena sepertinya kita mencapai sesuatu dan dibutuhkan oleh banyak orang. Kita takut menjadi orang biasa, dan merasa tidak berharga kalau tidak mencapai sederetan prestasi. Tetapi sibuk ternyata tidak selalu baik.

Inspirasi Datang Saat Anda Berhenti Sibuk
Contohnya Archimedes menemukan teorinya dan berteriak “Eureka” ketika berada dalam bak mandi. Newton mendapatkan teori gravitasi ketika ia duduk di bawah pohon apel.  Diam memberikan kesempatan buat kita untuk mundur sejenak dan melihat kehidupan secara utuh.  Anda butuh saat-saat diam untuk berpikir.

Diam Menyembuhkan Anda
Beberapa orang menyibukkan diri supaya ia lupa akan kepedihan hidupnya atau lari dari masa lalunya. Mereka takut bila harus diam dan “merasakan” hidup. Tetapi kesibukan tidak menyelesaikan masalah Anda, justru menambah masalah. Dan suatu saat Anda tiba di batas kekuatan Anda, lalu burn out dan depresi. Anda butuh waktu diam untuk mengelola emosi, membuat strategi hidup, dan beristirahat untuk pemulihan mental.
Tidak ada seorang pun di saat-saat terakhir hidupnya berkata, “Ah, seandainya aku dulu lebih sibuk dan bekerja lebih keras.”  Tetapi mereka berharap memberi lebih banyak waktu untuk keluarga, tertawa dengan teman, mengunjungi orang tua, dan menikmati hidup. Apakah Anda terlalu sibuk? (EI)

Waspadalah Terhadap Kekosongan yang Timbul Akibat Kehidupan yang Teramat Sibuk (Socrates)

Penulis : Esther Idayanti
image : www.lifehack.org