.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Setelah Ambil Keputusan, Buatlah Hal Itu Berhasil


Seorang pemilik pertanian menerima pekerja baru. Tugas pertamanya untuk mengecat lumbung yang seharusnya memakan waktu tiga hari, tetapi diselesaikan dalam sehari. Kemudian petani itu menyuruhnya memotong kayu, yang biasanya memakan waktu empat hari, tetapi diselesaikan dalam dua hari. Petani ini cukup terkesan. Tugas berikutnya adalah memisahkan setumpuk kentang, untuk benih, makanan ternak, dan dijual. Menurut petani itu, memisahkan kentang adalah hal yang sederhana dan tidak memakan banyak waktu. Sore harinya, petani itu memeriksa hasilnya, ternyata orang tersebut belum juga memulainya. Ketika ditanya ia menjawab, “Saya bisa bekerja keras, tetapi saya tidak bisa membuat keputusan!” Beberapa orang sulit membuat keputusan, berikut ini beberapa tips:

Anda Tidak Bisa Mendapatkan Semuanya
Orang sulit memutuskan karena ia ingin mendapatkan yang terbaik dan takut kehilangan kesempatan. Tetapi terima saja kenyataan bahwa hidup ini tidak sempurna. Bisa jadi kita membuat keputusan yang salah, lalu harus menghadapi hal-hal yang kurang menyenangkan. Ini juga bagian dari hidup yang tidak bisa dihindari. Keberanian menghadapi konsekuensi membuat kita lebih mudah membuat keputusan.
Secukupnya
Herbert Simon, seorang pakar ekonomi menulis tentang “satisficing” atau pendekatan “solusi yang cukup” dan bukan “solusi yang optimal.” Maksudnya, segera buat keputusan setelah kriteria dipenuhi.  Lawannya adalah “maximizers” yaitu orang-orang yang mencari solusi optimal. Mereka tidak dapat memutuskan sampai semua pilihan telah diperiksa, sehingga mereka tahu mereka telah mengambil pilihan yang terbaik. Tapi ada sangat banyak alternatif, dan mengevaluasi tiap pilihan itu memakan waktu serta biaya.  Lebih banyak informasi tidak berarti membuat kita lebih tenang, dan tidak juga menjamin pengambilan keputusan yang lebih baik. Putuskan dengan bijak dan berani (EI)

Setelah Mengambil Keputusan, Jangan Lihat Ke Belakang. Buatlah Hal Itu Menjadi Berhasil (Unknown)


Penulis : Esther Idayanti